TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Dalam rangka Reses masa sidang kedua di daerah pemilihannya, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Rizki Faisal, SE, MM sambangi warga Kavling Cendrawasih Tiban V, RW 08 Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Rizki merupakan Anggota DPRD dari Partai Golkar dengan daerah pemilihan (dapil) V Sekupang, Belakang Padang, Batu Aji dan Sagulung. Kehadiran Rizki Faisal juga didampingi Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam juga dari Partai Golkar, Nina Melanie, B.Bus, MM.
“Tujuan saya ke sini adalah untuk menampung aspirasi. Apa permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat, terutama tekait dengan pembangunan infrastruktur di daerah ini,” ucap Rizki dalam sambutannya yang singkat, Senin malam (5/9/2022).

Mengawali usulan dan pertanyaan warga, Ir H. Kiagus Rozali, MH selaku Pembina Yayasan Ahsan Cendrawasih dan juga mantan Ketua RW 08 mengungkapkan peran Rizki Faisal sejak awal dalam memajukan pembangunan di lingkungan Tiban V khususnya Kavling Cendrawasih.
“Pak Rizki ini jarang mau tampil, tapi yang diperbuatnya selalu tampak nyata. Beliau selalu cepat merespon dan berbuat untuk mewujudkan aspirasi masyarakat,” ungkap Kiagus Rozali.
Menanggapi beberapa pengajuan maupun usulan warga dan beberapa Ketua RT terkait renovasi gedung fasum dan wc umum, Rizki menyatakan akan diupayakan pada anggaran tahun depan. Sedangkan untuk membantu pembangunan masjid dan gerbang komplek, akan diupayakan semaksimal mungkin.

“Pembenahan parit juga diupayakan secepatnya. Besok akan disurvey, saya minta bersama orang PU ke sini. Kenapa harus secepatnya, karena itu adalah hak Bapak-Bapak. Gaji anggota DPRD, fasilitas DPRD, semua sumbernya dari uang rakyat. Jadi sangat naif kalau ada anggota DPRD berlagu apalagi kalau sempat tidak mendengar aspirasi yang ada suaranya di situ,” ujar Rizki di hadapan ratusan warga.
Saat di wawancara, Dia menyebut bahwa reses ini merupakan yang ke-9 kalinya dilakukan. Selain merupakan kewajiban bagi anggota DPRD dalam menggali langsung informasi dari masyarakat untuk kemudian disalurkan. Reses tentunya juga akan lebih mendekatkan anggota dewan dengan konstituennya.
“Apa keluhan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, permasalahan sosial yang tejadi masyarakat, itulah yang kita ambil sebagai acuan kita untuk menyusun APBD,” jelasnya.
Menurut Rizki, semua aspirasi masyarakat yang disampaikan itu nantinya akan diwujudkan dengan menggunakan Dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) yang bersumber dari APBD Provinsi Kepri tahun anggaran 2022. Dana yang menjadi jatah anggota DPRD tersebut dititipkan dan dikelola oleh semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.
“Setiap anggota DPRD kan ada dana Pokir. Itu yang kita belah nanti, yang tidak terserap dari musrembang, dari gubernur, itulah yang diambil untuk panduan kita,” tuturnya.

Setiap anggota DPRD harus lebih maksimal dalam menjalankan dana aspirasinya tersebut, yaitu dengan menentukan skala prioritas. Dengan demikian, hasil reses diharapkan tepat sasaran, sehingga dapat membantu mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepri tahun 2021-2025. Namun untuk kondisi saat ini, sebagian besar kebutuhan masyarakat adalah lapangan pekerjaan.
“Hampir rata-rata permasalahan di tengah masyarakat untuk saat ini adalah pekerjaan. Rakyat tidak butuh aneh-aneh kok, tidak butuh BBM naik. Hanya butuh lapangan pekerjaan, juga fasilitas umum,” pungkasnya. (AS)
Editor: Andri Sofian
#resesdprdkepri #dprdkepririzkifaisal #pembagunaninfrastruktur







