TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Dukungan Wali Kota Batam, Haji Muhammad Rudi, dalam pengelolaan zakat mendapat apresiasi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam. Lembaga bentukan pemerintah dalam pengelolaan dana umat ini memberikan penghargaan ‘Baznas Award’ kepada orang nomor satu di Kota Batam tersebut.
Penghargaan kepada Rudi diserahkan oleh Pengurus Pusat Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, di acara Focus Group Discussion dengan tema, ‘Harapan Baznas Kota Batam 2023 untuk Umat’. Kegiatan ini digelar di Restoran Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Selasa pagi (14/2/2023).
Dalam pengarahannya, Rudi mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi atas peran Baznas. Diapun menganggap bahwa zakat sebagai potensi pembangunan yang harus dikelola dengan baik karena akan memberi dampak besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Di Kota Batam ini, kalau semua kita membayar zakat dan dikumpulkan pada satu lembaga saja, mungkin bisa sampai 90-100 miliar rupiah per tahun. Sekarang zakat dari pegawai dan karyawan Pemko saja sudah 21 miliar rupiah dan dari BP Batam sekitar 1,9 miliar rupiah per tahun,” ungkapnya.
Bahkan Rudi memperkirakan potensi zakat tersebut akan mampu mengatasi problema kemiskinan di Kota Batam. Saat ini jumlah masyarakat kurang mampu dengan pendapatan di bawah Rp784 ribu per bulan di Kota Batam diperkirakan hampir 65 ribu orang.
“Kalau terkumpul 80 miliar saja dikelola dengan baik, kategori orang tak mampu ini akan bisa kita hilangkan. Lalu, tanggungjawab siapa ini? Tentu saja ini tanggungjawab bersama untuk meningkatkan kesadaran umat membayar zakat,” tegasnya.
Untuk itulah Rudi menargetkan pada tahun depan dapat terkumpul Rp30 miliar dana zakat di Kota Batam. Sembari setengah bercanda, Rudi meminta salah satu pejabat BP Batam yang hadir untuk meningkatkan perolehan pengumpulan zakat di BP Batam.
“Jumlah pegawai BP itu seperempat dari pegawai Pemko. Kalau Pemko 21 miliar, BP harus terkumpul 5 miliar lah,” ucapnya sembari tersenyum disambut tepukan peserta pertemuan tersebut.
Wali Kota Rudi pun menyetujui jika pengelolaan dana zakat lebih diarahkan kepada pembinaan ekonomi umat. Menurutnya, jika dibantu dana langsung maka hanya menghilangkan kemiskinan pada hari itu. Setelah dana bantuan zakat habis, mereka akan kembali miskin. Dia berharap ini menjadi tugas bersama baik Baznas, alim ulama dan ormas Islam untuk membina serta mendistrubusikan dana zakat tersebut sebaik mungkin. Baik untuk pendidikan maupun pengembangan ekonomi umat.
Kesempatan itu juga dimanfaatkan Rudi untuk memaparkan program prioritas pembangunan Kota Batam. Di antaranya pembangunan Bandara Hang Nadim, pelebaran jalan, pengembangan jaringan transportasi modern Light Rail Train (LRT), pengembangan pelabuhan Batu Ampar dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang. Dia pun meminta dukungan dan doa seluruh komponen masyarakat Batam agar pembangunan ini cepat terlaksana karena bila semua bersatu, maka segala rencana dapat terlaksana dengan mudah.
Sebelumnya, Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan, mengaku sangat mengapresiasi atas komitmen tinggi Wali Kota dalam pengembangan zakat di Kota Batam. Dia pun mengucapkan terima kasih atas kerjasama tersebut.
“Berkat kerjasama dengan Pak Wali Kota, Baznas Kota Batam menjadi salah satu kebanggaan nasional. Kita sangat berterima kasih dan apresiasi atas komitmen Pak Wali dalam pengelolaan zakat ini bersama Baznas. Kota Batam saja terlihat wajah barunya karena komitmen kepemimpinan Pak Wali Kota Rudi, demikian juga Baznas Kota Batam,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan bahwa Baznas adalah lembaga pemerintah nonstruktural yang ditugaskan negara untuk mengurus tata kelola zakat, infak, sedekah (ZIS) dan sumbangan sosial keagamaan lainnya.
“Baznas ini bukan ormas, dan juga bukan LSM. Tetapi organ pemerintah. Ya, jika Baznas-nya di Batam tentu di bawah Wali Kota Batam, di provinsi dibawah gubernur, dan untuk Baznas nasional itu di bawah Presiden,” tegas Saidah.
Mengingat zakat urusan pemerintah, Saidah menjelaskan bahwa setiap unit pengumpul zakat (UPZ) harus dilegalisasikan oleh pemerintah sesuai tingkatannya. Untuk itulah Baznaz menjalin kerjasama dengan UPZ terutama yang berada di masjid-masjid. Di antara tujuannya untuk meningkatkan kesadaran ummat membayar zakat dan mengelola zakat untuk peningkatan ekonomi umat.
Bahkan Saidah menegaskan bahwa pengelolaan zakat bukan untuk memelihara orang miskin atau penerima zakat, tetapi diarahkan untuk menciptakan muzakki (pemberi zakat) baru, atau donatur baru. Pihaknya pun telah melakukan uji coba di wilayah Jakarta, bagaimana dana zakat dan sumbangan umat di masjid-masjid, dikelola oleh lembaga keuangan mikro di masjid tersebut untuk dapat dipinjam oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekitarnya.
“Jadi, masjid bukan tempat ritual semata tetapi juga simpul kesejahteraan. Orang butuh modal bukan lagi ke rentenir tapi ke masjid. Dengan begitu masjid menciptakan pertumbuhan dan membuka simpul ekonomi baru. Ini sedang kami kolaborasikan dengan UPZ-UPZ yang mampu mengelola dana umat,” paparnya.
Selain penghargaan kepada Wali Kota Batam, Baznas juga memberikan award kepada Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Batam, Jefridin Hamid. Baznas juga meluncurkan sejumlah tokoh sebagai Duta Baznas di antaranya KH Deden Sirajudin dan Selly Febrilia Mayora.
Hari itu juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meluncurkan inovasi layanan baru zakat infak dan sedekah (ZIS), yakni aplikasi mitraberbagi.com. Rudi sendiri menjadi orang pertama mencoba aplikasi tersebut melalui telepon seluler (ponsel) dan mengirimkan infaknya melalui ponsel.
Ketua Baznas Kota Batam, Muhith, menyampaikan bahwa Baznas Kota Batam bisa mengumpulkan jumlah zakat terbesar di Kepri hingga mendapat penghargaan tingkat nasional karena dukungan luar biasa Wali Kota Batam.
“Walaupun target pengumpulan zakat ke depannya terus meningkat, kami yakin tercapai karena ada Pak Rudi selaku pemimpin kita. Kita harap segera hadir Perda zakat dan pengumpulan zakat juga dapat dilakukan di perusahaan-perusahaan,” harapnya.
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto juga diberi kesempatan menyampaikan sambutan. Dia pun mengapresiasi kerjasama Baznas dengan Pemko Batam dalam pengumpulan zakat. Kegiatan ini juga dihadiri pimpinan Ormas Islam se-Kota Batam, serta perwakilan Baznas dari seluruh Kepulauan Riau. (*)
RTN
Editor: Andri Sofian
#baznas #walikotabatam #baznasaward2023







