TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Sebanyak 360 lebih siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Kepulauan Riau, mengikuti kegiatan Perkemahan Pramuka. Kegiatan Pramuka (Praja Muda Karana) yang merupakan ekstra kurikuler wajib itu, merupakan yang pertama dilaksanakan pasca pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia selama lebih dari 3 tahun terakhir.
Kegiatan Perkemahan Pramuka selama 2 hari itu, Sabtu hingga Minggu (18-19/3/2023), diselenggarakan di lapangan olahraga SDN 007 oleh Gerakan Pramuka SDN 007 Batuaji Gugus Depan 12.053-13.054.
Kepala SDN 007 Tanjunguncang yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), Ravios, merasa bersyukur dengan antusiasme para siswanya. Ditambah lagi dengan dukungan sepenuhnya dari para orang tua siswa.
“Saya sudah lapor kepada Kwaran (Kwartir Ranting) Kecamatan Batu Aji, Pak Sekcam (Sekretaris Camat). Kami baru latihan, 2 bulan kita buka. Alhamdulillah antusias dari siswa, kakak-kakak pembinanya penuh semangat menyampaikan mau kemah Sabtu-Minggu,” ungkapnya.
Ravios menerangkan, peserta merupakan siswa kelas 4, 5 dan 6. Mereka menempati sebanyak 36 tenda/kemah. Untuk satu tenda rata-rata diisi 10 atau 12 siswa, sehingga jumlah keseluruhan peserta mencapai 360 lebih siswa SDN 007.
“Selain siswa SDN 007, hadir juga 3 peserta tamu dari Kwaran Kecamatan Batam Kota. Sedangkan Pembina berasal dari SDN 007 dibantu oleh alumni SDN 007 yang sekarang duduk di kelas 7 dan 8 SMP Negeri 38,” imbuhnya.
Dijelaskan Ravios, selama hampir 2 hari mengikuti perkemahan, selain upacara, kegiatan juga diisi dengan kegiatan ibadah, permainan, pentas seni, upacara api unggun, olahraga dan beberapa perlombaan. Selama kegiatan, pihak sekolah atau penyelenggara tetap memantau keamanan dan keadaan seluruh siswanya.
“Anak-anak kita terkontrol, tidak ada insiden. Hanya satu siswa yang sakit. Setelah kami hubungi, langsung dijemput orang tuanya,” tuturnya.
Ravios menceritakan bagaimana para orang tua siswa begitu semangatnya mengantarkan anak-anaknya. Meskipun dilarang menunggui, namun tetap saja sejak siang hingga malam mereka berada di sekitar area perkemahan untuk melihat dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan anaknya.
“Alhamdulillah orang tua anak sangat mendukung. Dari kegiatan ini, hasilnya sangat terasa. Anak-anak itu sambil bermain ditularkan pendidikan. Terutama baris-berbaris, disiplin, gotong royong, kekompakan dan kemandirian. Mereka penuh semangat,” pungkasnya. (AS)
Editor: Andri Sofian
#pramuka #sdn007tanjunguncangbatam #perkemahan







