Ship to Shore Crane Antarkan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Green Port Percontohan di Indonesia

TERDEPAN.CO.ID,BATAM – Badan Pengawasan (BP) Batam mendatangkan beberapa unit Ship to Shore Crane (STS) yang ditujukan untuk meningkatkan potensi pendapatan Negara.

Tak hanya itu keberadaan STS ini juga akan mampu memberikan pelayanan kepelabuhanan Batam agar berdaya saing internasional.

Bacaan Lainnya

Kepala BP Batam , Muhammad Rudi dalam keterangannya saat meninjau peresmian STT ini menyampaikan, kedepannya Pelabuhan Batu Ampar akan menjadi salah satu lokomotif penggerak yang menentukan masa depan sebuah Kota. Mengingat, pelabuhan menjadi salah satu pintu masuk investasi dari berbagai daerah dan negara ke Kota tujuan. Salah satu Kota Batam, Provinsi Kepri.

STT yang di resmikan Kepala BP Batam Rudi di Pelabuhan Batu Ampar Batam

Rudi mengatakan, Pelabuhan Batu Ampar diharapkan pada tahun 2025 bisa mencapai target arus peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar mencapai 1,6 Juta TEUS. Serta dapat mengakomodir kapal dengan kapasitas 3.000 TEUS atau kapal generasi ke-3 untuk angkutan peti kemas domestik.

“Kedatangan alat STS ini merupakan pengembangan infrastruktur dan perlengkapan suprastruktur yang kedepannya akan mengantarkan Pelabuhan Batu Ampar sebagai Green Port percontohan di Indonesia,”terangnya, Minggu, (09/05/23).

Menurutnya, Ship to Shore Crane ini dalam 1 jamnya bisa mengangkut 35 kontainer dan dalam 2 menit sudah bisa mengangkut dari kapal ke darat. Dan dalam setahunnya ada 600-an kontainer yang masuk ke kota Batam.

Kepala BP Batam, Rudi saat melakukan peninjauan

“Maka tinggal kita bagi saja dalam 2 menit dan dapat diketahui berapa kecepatannya dan berfungsinya alat ini,”ujarnya.

Lanjutnya,Pelabuhan Batu Ampar telah beroperasi menggunakan sistem yang lama. Untuk itu kehadiran alat-alat baru ini sebagai salah satu cara dalam memodernisasikan Pelabuhan Batu Ampar. Sehingga bisa mempercepat bongkar muat barang dari kapal ke darat.

Rudi berharap, dengan adanya alat ini, para pemilik barang bisa memanfaatkan STS. Sehingga Hub Logistik di Pelabuhan Batu Ampar bisa berjalan dengan maksimal, mengingat Batam merupakan kawasan FTZ. Dan bisa menjadi HUB Logistik untuk negara-negara lain serta beberapa daerah di Indonesia sebagaimana harapan dari Pemerintah Pusat juga. (*)

 

#ShiptoShoreCrane(STS)

#BPBatam

 

 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait