TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Bagi penggemar makanan jenis mie, anda akan merasa takjub jika berkunjung ke restoran Miantang. Pasalnya restoran semi cafe yang berlokasi di gedung belakang One Mall Batam, Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, ini menyediakan 500 lebih varian mie instan premium dari manca negara. Di sini pengunjung bebas memilih mie varian apa saja yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, Vietnam, Thailand, Filipina dan berbagai negara lainnya. Pengunjung tinggal mengambil sesuai selera dan memasaknya sendiri.

“Miantang itu artinya surga mie. Di sini kita menyajikan 500 lebih jenis mie dari berbagai negara. Saya berani klaim bahwa Miantang ini adalah yang terbesar dan terlengkap di Indonesia, bahkan di dunia. Dan satu lagi keunggulan kita, lebih dari 50 persen mie eksklusif ada di miantang, artinya tidak bisa ditemukan di supermarket atau toko-toko umumnya,” ungkap owner Miantang, Indah Permata Pang Putri, di acara grand opening pada Jumat malam (6/10/2023).
Menurut gadis kreatif yang masih belia ini, sesuai target pasar yakni pengunjung lokal dan wisatawan manca negara, sebagian besar mie berlabel halal. Sedangkan sebagian lagi merupakan mie instan eksklusif impor yang tidak berlogo halal. Dengan konsep self service, Mian Tang memanjakan konsumennya, dengan memasak sendiri dan memilih aneka toping, di antaranya sosis, telur, bakso, keju, jamur, sayuran dan banyak lagi lainnya.

“Kalau suka yang rasa lokal juga ada. Vegetarian juga tersedia. Jadi banyak jenis yang bisa dipilih. Untuk pengunjung yang muslim bisa memilih mie instan yang halal. Nanti akan dipandu oleh karyawan yang ada di Mian Tang,” tuturnya.
Untuk mendukung luasnya target konsumen, Indah mengatakan kalau pihaknya juga menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kepri, guna memperkenalkan Mian Tang kepada para wisatawan manca negara.

“Untuk target, kita baca trend saja. Dengan konsep self service, dari segi market kita melihat masih panas. Sehingga kita tidak terlalu risau dengan Miantang ini, karena kita akan memasarkan untuk konsumen yang lebih luas. Kita kerja sama dengan perusahaan tour and travel untuk menjadikan Miantang sebagai tempat kunjungan kulinernya,” jelasnya.
Indah juga menjelaskan, untuk mengikuti perkembangan dunia digital dan mendukung program Bank Indonesia, Mian Tang juga menerapkan sistem pembayaran dengan menggunakan QRIS, sehingga tidak perlu uang tunai dalam bertransaksi.

“Anak zaman sekarang sudah gak lagi pakai uang cash ya. Jadi kami menyesuaikan dengan selera pasar. Tetapi kalau bayar tunai tetap bisa,” terangnya.
Grand opening Mian Tang ini dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri Ir Cahya, beberapa pengurus Asita Kepri, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie Louisa dan beberapa undangan lainnya. Grace Natalie mengangumi konsep yang diterapkan Mian Tang ini, ia menyebutnya sebagai konsep warung kejujuran.
“Konsep ini sangat menarik, saya bisa memberikan arti bahwa ini sebuah konsep warung kejujuran. Artinya anak-anak muda Batam ini baik-baik,” ucapnya.
Sementara salah satu pengurus Asita Kepri, Eva Betty, memuji konsep Miantang yang terbilang unik ini. Untuk itu, pihaknya merasa antusias untuk ikut mempromosikan Miantang kepada para wisatawan dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam hal pemasaran.
“Ini adalah sesuatu yang unik, dan kami akan mempromosikan strategi ini kepada anggota lain. Setelah penandatanganan MoU malam ini, kami akan mengungkapkan lebih lanjut mengenai bentuk kerjasama yang akan terjadi,” ungkapnya.
Dengan tempat yang nyaman, modern dan artistik, Miantang juga menyediakan aneka menu makanan lainnya kepada pengunjung. Sehingga tempat ini juga cocok untuk kunjungan rombongan maupun tempat berkumpulnya anak-anak muda. Harga yang dipatok pun relatif murah, mulai dari Rp6.000 per bungkus mie instan lokal dan di atasnya untuk mie impor. (AS)
Editor: Andri Sofian
#RestoranMiantang #KulinerBatam #MieInstan







