TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Terkait aksi ratusan warga yang menghadang sejumlah kendaraan truk pengangkut tanah proyek pembangunan Perumahan Himalaya, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Hendrik, SH, mengimbau agar pihak developer lebih mengindahkan kepentingan masyarakat. Ia meminta agar kerusakan jalan akibat lalu lalang kendaraan truk pengangkut tanah itu segera diperbaiki sesuai standar layaknya jalan raya.

“Mereka harus bertanggungjawab memperbaiki bagian jalan yang hancur dan bergelombang akibat lalu lalang dumptruck muatan tanah itu. Ini tak bisa ditunda dan dianggap remeh dengan sekedar menempel-nempel aspal. Jadi bukan hanya menunggu-nunggu dikerjakan pemerintah. Sebelumnya jalan itu baik-baik saja. Tolong dipikirkan kepentingan masyarakat dan dampaknya. Kondisi itu berbahaya bagi pengguna jalan. Setiap hari saya melihat dan setiap hari masyarakat mengadu hingga mengirimkan foto-foto keadaan jalan itu,” ujar Hendrik yang juga hadir bersama warga pada aksi Kamis malam (13/10/2023).
Proyek yang berlokasi di kawasan bukit Tiban V, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, itu masih dalam tahap pemotongan lahan bukit. Melihat kondisi di lapangan, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memperkirakan pekerjaan tersebut memakan waktu berbulan-bulan. Sehingga jalan yang dilalui oleh kendaraan dumptruck roda 6 bermuatan tanah harus mempunyai kekuatan yang sesuai standar.

“Warga meminta perbaikan menggunakan cor beton. Jika hanya ditutupi dengan bauksit dan aspal saja, tanpa cor beton ready mix dengan wiremesh (rangka besi), maka dalam hitungan hari dipastikan hancur lagi. Sekarang, hampir sepanjang jalan kondisinya sudah retak dan anjlok bergelombang,” tegasnya.
Hendrik berharap, pihak developer mau berkoordinasi dengan masyarakat juga. Segera respon dan bertemu warga untuk merundingkan solusinya. Setidaknya mengetahui dampak dari pekerjaan itu terhadap kepentingan masyarakat banyak, bukan hanya memikirkan keuntungan dan kerugian perusahaan jika harus memperbaiki jalan itu.
“Begitu mengetahui ada aksi ini, kami pun langsung turun mendampingi warga. Apalagi pengaduan masalah ini setiap hari sampai ke saya. Bahkan ada oknum yang menjual nama, mengatakan sudah jumpa kita dan semua masalah sudah diatasi. Jangan pikir kami berdiam diri dan dianggap sudah menerima sesuatu. Saya, Pak Lurah, Danramil dan pejabat lainnya di sini juga tidak menerima keuntungan apapun. Kita hadir demi kepentingan bersama, termasuk kenyamanan perusahaan dalam menjalankan usahanya,” pungkasnya.

Sementara, Gentur, pimpinan proyek perumahan Himalaya, saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi Whatsapp menerangkan bahwa pihak perusahaan selalu beritikad baik untuk peduli masyarakat. Apalagi itu berkaitan dengan dampak pekerjaan yang pihaknya lakukan. Untuk itu, perbaikan jalan sudah dilakukan, kalaupun ada keadaan lainnya saat ini maka itu akan menjadi perhatian perusahaan juga. Bahkan sejak awal, sesuai keinginan warga perbaikan jalan sudah dilakukan di dua titik jalan arah Tiban Mentarau dan tanjakan arah Sekolah Ulil Albab. Itu diperbaiki menggunakan cor ready mix dengan wiremesh.
“Sudah mulai perbaikan. Mau diaspal,” terangnya sambil mengirimkan sejumlah foto pengerjaan perbaikan jalan dimaksud. (AS)
Editor: Andri Sofian
#PerumahanHimalayaBatam #PerbaikanJalan #AnggotaDPRDbatamHendrik







