Terbaring di Rumah Sakit, Remaja di Bawah Umur Korban Pencabulan di Batam Alami Depresi

Terduga pelaku saat di tangkap polisi dalam keadaan tertidur pulas di rumah korban. (Foto: Ist)

TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Kejadian memalukan dan memilukan harus dialami oleh seorang gadis remaja di bawah umur (14th), sebut saja ‘Bunga’. Gadis jelang remaja tersebut alami trauma dan harus menanggung penderitaan batin yang menyayat hati akibat aksi diduga pencabulan oleh tetangganya berinisial ‘R’ yang juga berusia masih di bawah umur. Berdasarkan laporan yang telah dibuat keluarga Bunga, ‘R’ diduga telah melakukan rudapaksa terhadap Bunga pada Senin dini hari (30/10/23), sekira pukul 3.00 WIB di komplek Perumahan Buana Duta Bandara (BDB), Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Menurut pengakuan korban Bunga yang disampaikan oleh kakaknya ‘S’ kepada media ini saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri tempat Bunga dirawat, dirinya tak menyangka kalau masa depannya telah direnggut oleh terduga pelaku. R yang sebelumnya tidak begitu dikenal dekat, diduga telah melakukan cara yang sangat memalukan serta menghinakan harga dirinya sebagai anak perempuan. Apalagi saat ini ia masih menempuh pendidikan di bangku SMP.

Bacaan Lainnya

“Dia trauma kak, makanya tak mau diajak bicara. Dia takut kalau melihat orang–orang di komplek,” ungkap S kepada TERDEPAN.CO.ID, Kamis sore (02/11/2023).

S juga menceritakan rasa trauma adiknya Bunga saat mengingat perkataan beberapa warga Perumahan BDB terhadap dirinya. Terutama saat adanya intervensi dari tante pelaku R yang telah menyudutkannya dengan ucapan tak layak.

“Itu A (tante dari R) dan beberapa ibu–ibu cari pembelaan. Dia bilang kepada adik saya, kenapa kalau diperkosa tak melawan atau teriak, kenapa diam aja,” tutur S dengan nada pilu.

S sebagai kakak dan keluarga terdekat Bunga, juga mengungkapkan perasaan kecewa dan sedih atas apa yang diucapkan A, sehingga adiknya Bunga saat ini begitu depresi. Meskipun dugaan perbuatan rudapaksa dengan kekerasan itu telah dibuktikan dengan hasil visum dokter. Di tambah lagi tekanan dari diduga pelaku R yang mengatakan seolah-olah Bunga adalah orang yang tidak baik.

”Adik saya itu tidak begitu, karena diancam oleh R. Lagian kan ada bukti visum kan. Lebam-lebam di dada dan di lengan, ini sudah jelas. Ya biar nanti hukum aja yang bicara,” ucapnya.

Atas musibah itu, S meminta keadilan. Dirinya berharap terduga pelaku dapat dihukum dengan seadil-adilnya, karena masa depan adiknya sudah direnggut oleh orang yang tidak dia kenalnya. S juga menuturkan bahwa pihak keluarga akan memulangkan Bunga ke kampung halaman orang tuanya agar bisa memulihkan kondisi kejiwaan adiknya itu.

“Adik Saya itu punya pacar loh, dan dia tidak kenal sama pelaku, jadi trauma. Kalau adik saya kondisinya sudah baik, saya akan memulangkan adik saya biar tidak trauma lagi,” bebernya lagi.

S menyampaikan bahwa saat kejadian, pelaku masuk melalui jendela yang tidak tertutup dengan baik karena rusak. Terduga pelaku saat masuk ke rumah dalam keadaan mabuk di bawah pengaruh minuman beralkohol. Sedangkan korban Bunga dalam kondisi terlelap, sehingga terjadilah rudapaksa yang dilakukan terduga pelaku dengan ancaman dan kekerasan. Bunga yang kaget merasa syok dan tak mampu melawan. Setelah kejadian, Bunga pun melarikan diri dan mengadu kepada kakak serta keluarganya. Kejadian tersebut pun langsung dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Nongsa untuk ditindaklanjuti.

Diketahui, saat ini terduga pelaku R juga sudah ditahan dan dalam penanganan Polsek Nongsa. Saat diringkus, R masih tertidur pulas di lantai dengan hanya berpakaian celana pendek dan bertelanjang dada di rumah korban. (Red)

#Pencabulan
#BuanaDutaBandara
#PolsekNongsa
#KPAI

TERDEPAN TV

Pos terkait