Komisi I Minta Permasalahan Air di Batam Segera Dituntaskan

Pipa Air Bocor akibat terkena alat berat pembangunan infrastruktur

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Gangguan air di Kota Batam yang selama ini sedang, terjadi menjadi isu utama dikalangan masyarakat Hal ini menjadi sorotan tajam Komisi I DPRD Batam untuk segera dituntaskan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai meminta permasalahan air di Kota Batam yang menyulitkan warga agar segera dituntaskan.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, gangguan suplai air bukan karena faktor alam, melainkan faktor kelalaian dalam mengerjakan proyek pelebaran infrastruktur.

Menurut Li Khai masyarakat jangan terus menerus menanggung kerugian akibat kebocoran pipa yang disebakan oleh alat berat.

“Sudah sering begini. Setiap ada pengerjaan pasti ada kebocoran, sehingga warga yang menanggung akibatnya. Pengeluaran bertambah karena harus beli air bersih,”terangnya, Selasa (05/12/23).

Dirinya menghimbau kepada para pekerja infrastruktur untuk memperhatikan terhadap hal teknis pengerjaan infrastruktur agar tidak terjadi kerusakan yang menyebabkan dampak yang lain terkhusus terputusnya pipa saluran air bersih.

“Sebelum memulai pengerjaan, seharusnya pekerja diberikan informasi terkait keberadaan jalur pipa air, sehingga tidak mengakibatkan kebocoran.

“Saya rasa blue print dari jalur pipa ini harus diketahui, jangan begini terus. Perbaiki jalan, tapi yang kena malah pipa. Dampak ekonomisnya bagi warga juga harus dipikirkan,” lanjutnya.

Lanjutnya, persoalan aliran air bersih masih mengalami kendala seperti kerusakan atau kebocoran pipa, karena pengerukan tanah dengan alat berat dari proyek pelebaran jalan. Bantuan air yang diberikan juga bukan solusi. Masyarakat hanya ingin suplai air lancar.

Lik Khai berharap pemerintah pusat untuk turun tangan menyelesaikan persoalan air bersih di Batam. Pihaknya berharap Kementerian terkait dan DPR RI Komisi VI segera memanggil pengelola air bersih di Batam.

“Masalahnya ini saja terus- menerus. Masalah berkepanjangan. Sudah seharusnya ini ditangani dengan serius,” kata dia.

Lik Khai mengatakan bahwa dalam sebulan masyarakat selalu disibukkan untuk mencari air bersih. Namun, kepastian kapan persoalan itu akan berakhir pihak BU SPAM belum dapat menjawab.

“Perlu langkah serius lah, agar masalah ini tidak terjadi lagi. Setiap pelebaran jalan, warga was-was apakah akan mengenai pipa air lagi,” ujarnya.

Dalam penghujung wawancara, Li Khai mengingatkan dampak adanya pemutusan air bersih akan berdampak meluas kepada industry lokal seperti Tempe yang memerlukan air bersih, “tutupnya.

RTN

Editor : IKA
#DPRDBatam
#AirBersih

TERDEPAN TV

Pos terkait