TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Untuk yang ke-3 kalinya, H Rustam Sinaga, SE, MM, terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Perantau Muslim Sumatera Utara (PPMSU) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Rustam terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Besar (Mubes) PPMSU ke-5 yang yang digelar pada Minggu (10/12/2023) di kawasan Batu Aji, Kota Batam.
Usai terpilih, H Rustam Sinaga, pria kelahiran Dolok Masihul, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini, menyampaikan terima kasih kepada seluruh sesepuh, pengurus dan anggota PPMSU atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya sehingga berkesempatan memimpin kembali organisasi untuk yang ke-3 kalinya. Ia akan memimpin kembali kepengurusan PPMSU untuk periode 5 tahun ke depan (2024-2029).

“Alhamdulillah dengan berkah dan rahmat Allah, usai pengajian diadakan pemilihan. Semua pengurus dan anggota memilih, lalu secara aklamasi saya dipilih kembali. Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Terima kasih juga kepada para orang tua kita, pengurus dan seluruh anggota atas kerja sama yang baik selama ini sehingga PPMSU kita tetap solid dan penuh persaudaraan,” ungkapnya.
Mengawali Mubes PPMSU ke-5 itu, para peserta terlebih dahulu mendengarkan penyampaian saran dan pendapat para sesepuh dan tokoh Kepri, di antaranya Rustam Efendi Bangun dan 3 orang mantan Gubernur Kepri yaitu Ismeth Abdullah, Nurdin Basirun dan Isdianto. Mereka menyampaikan agar kepengurusan yang sudah ada dan sudah berjalan dengan baik untuk terus dilanjutkan.

“Kita juga diamanahkan untuk menyusun kepengurusan dalam waktu dekat ini. Satu bulan diberi waktu, barulah nanti diadakan pelantikan. Jadi rencananya dalam waktu dekat tim formatur akan mengadakan rapat untuk menyusun kepengurusan PPMSU,” terang Rustam Sinaga.
Terkait rencana ke depannya, Rustam membeberkan bahwa setelah pelantikan, pihaknya akan segera menyusun beberapa program organisasi. Program utamanya adalah mengunjungi para orang tua yang sedang sakit, uzur dan berusia 80 tahun ke atas. Sedangkan pengajian rutin akan tetap dijalankan sebulan sekali di rumah-rumah seluruh anggota secara bergilir. Selanjutnya ada juga program yang bertujuan untuk mengayomi, yaitu dengan merangkul dan membantu permasalahan-permasalahan yang timbul di tengah anggota. Begitu juga dengan paguyuban lainnya, PPMSU akan terus menjalin kerjasama dan silaturahmi, kompak dalam mengisi pembangunan khususnya di Kota Batam.

“Dalam menjalankan program itu, kita tidak mengenal latar belakang etnis, yang kaya atau yang miskin. Jadi, di manapun pengajian dilaksanakan, intinya kita tetap kompak dengan tujuan silaturahmi dan peduli,” tegasnya.
Sejak 43 tahun lalu, paguyuban ini sudah mulai eksis di Batam. Pada tahun 1980, awalnya bernama Ikadeli (Ikatan Keluarga Deli), kemudian berkembang menjadi Ikadelis (Ikatan Keluarga Deli dan Sekitarnya). Selanjutnya seiring keadaan, berubah menjadi Persatuan Perantau Medan dan Sekitarnya (PPMS). Hingga tahun 2000, keanggotaan paguyuban ini yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara pun semakin banyak. Maka atas saran para tetua yang ada, keanggotaan diperluas dan namanya diganti menjadi Persatuan Perantau Muslim Sumatera Utara (PPMSU). Saat ini, PPMSU tercatat memiliki anggota sekitar 3.700 orang di Kota Batam. (AS)
Editor: Andri Sofian
#PPMSU #MubesPPMSUkepri #PerantauMuslimSumateraUtara







