Ansar Beberkan Kebijakan Batam yang Picu Inflasi di Kepri

BATAM – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad soroti terjadinya kenaikan inflasi di Kepri yang dipicu pengambilan kebijakan oleh Pemerintah Kota Batam.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia Provinsi Kepri, pada periode Desember 2023 lalu inflasi melonjak dari 2,76 persen naik menjadi 3,38 persen pada periode januari 2024.

Bacaan Lainnya

Ansar menjelaskan bahwa penyebab terjadinya kenaikan inflasi ini akibat adanya kenaikan tarif parkir di Kota Batam, kenaikan harga jual elpiji ukuran 3 kg, dan juga akibat adanya kenaikan biaya berobat dan tarif rumah sakit.

“Semuanya terjadi di Kota Batam, sebagai daerah yang paling berpengaruh dalam menentukan lajunya inflasi di Kepulauan Riau,” ujar Ansar disela kunjungannya ke Gudang Bulog di Batu Ampar, Kota Batam, Selasa (27/2/2024).

Gubernur Ansar pun berharap agar Pemerintah Kota Batam dapat melakukan peninjauan kebijakan yang dapat mengganggu upaya recovery ekonomi.

“Kita berharap Pemerintah Kota Batam bisa melihat dan meninjau lagi kebijakan kebijakan yang diberlakukan agar tidak mengganggu upaya recovery ekonomi, dalam rangka mengendalikan laju inflasi di Kepri terus terkendali,” jelas Ansar.

Selain membahas inflasi, menjelang bulan suci Ramadhan ini Ansar memastikan bahwa harga beras dipasaran cukup terkendali. Stok cadangan beras di Kepri saat ini mencapai 1.200 ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 4 hingga 5 bulan ke depan.

Meski ada kenaikan harga beras, menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Suryono, kenaikan harga beras di Kepri masih dalam batas yang wajar.

Hal itu melihat wilayah lain di Indonesia yang sudah jauh mengalami kenaikan harga jika dibanding harga sebelumnya.

Suryono menambahkan bahwa para stake holder terkait di wilayah terus melakukan koordinasi dan bersinergi untuk terus bersama-sama menjaga ketersediaan beras di Kepulauan Riau.

Mulai dari Bank Indonesia sendiri, Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Provinsi Kepri, Pemerintah Daerah, Bulog hingga distributor.

“Ini juga yang membuat ketersediaan bahan sembako khususnya beras di Kepri aman dan terkendali hingga 4 dan 5 bulan kedepan,” tutupnya./Adn

TERDEPAN TV

Pos terkait