Tak Nyaman Terus Terpapar Debu, Warga Ambat Jaya Paksa Hentikan Aktifitas Sanblasting PT. Saipem

Warga mendatangi PT Saipem di tengah malam karena dampak debu PT Saipem

TERDEPAN.CO.ID, KARIMUN – Puluhan warga Kampung Ambat Jaya Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mendatangi PT. Saipem Indonesia Karimun Yard pada, Jum’at malam  (01/02/2024) sekira pukul 23.00.

Kedatangan sejumlah warga, akibat debu tebal yang selalu muncul dan  menyelimuti pemukiman warga saat aktifitas sanblasting PT.Saipem Indonesia Karimun Yard berlangsung.

Bacaan Lainnya

Paparan debu tebal sanblasting tersebut membuat banyak warga tak nyaman dan khawatir kesehatannya terganggu karena dalam debu tersebut diduga mengandung bahan yang bukan hanya partikel silika tetapi karat besi dan cat yang dibersihkan dari dinding besi.

Akibatnya beberapa warga yang saat itu belum tidur mendatangi dan meminta perusahaan multinasional PT.Saipem mengehentikan aktifitas penyemprotan plat besi (Sunblasting) yang menyebabkan gangguan pada kesehatan pernafasan warga yang bermukim disekitarnya.

Muslim salah seorang warga yang tergabung di Forum Peduli Kesejahteraan Lingkungan (FPKL) mengaku kesal dengan kondisi buruk yang terus-menerus terjadi hingga merugikan masyarakat baik dari sisi kesehatan dan kebersihan.

“Kondisi buruk yang terjadi tak bisa terus menerus dibiarkan, apalagi efeknya buruk untuk kesehatan dan kebersihan lingkungan dan tempat tinggal masyarakat,”ungkap muslim kesal.

“Apalagi Ibu-ibu banyak yang mengeluh tiap hari harus menyapu membersihkan debu  yang menempel pada lantai dan perabotan rumah tangga,”tambah muslim

Sementara Indra Darmawan, salah seorang pemuda yang juga anggota Forum Peduli Kesejahteraan Lingkungan (FPKL) juga mengaku geram dengan PT.Saipem yang tak pedulinya dengan lingkungan. Padahal sudah berulangkali warga menyampaikan keluhannya namun tak juga di gubris oleh perusahaan tersebut.

“Kita setop paksa aktifitas sanblastingnya, ini akibat ketidak pedulian PT.Saipen terhadap masyarakat, dan penghentian paksa ini sudah sering kita lakukan untuk menghindari dampak buruk debu sandblasting,”ungkap Indra geram.

Meski sempat beradu argumen dengan belasan security pengamanan perusahaan yang menemui masyarakat, namun akhirnya kegiatan sanblasting dihentikan juga.

Sementara pihak PT.Saipem tak tak bisa dihubungi saat media ini ingin meminta tanggapannya terkait situasi yang terjadi, sedangkan Diko  Getty Tuerah, sustainability fasilitator PT.Saipem nampak menghindar dan tak lagi bisa dihubungi karena memblokir nomor awak media ini.

Diketahui sudah beberapa kali kegiatan yang sama dilakukan oleh PT Saipem. Bahkan berita tentang dampak buruk kegitan PT Saipem oleh Media sudah sering diterbitkan namun dari PT Saipem maupun dari instansi terkait juga terkesan diam dan tidak ambil perduli. /Fajar

 

Editor : IKA
#PTSaipem
#BupatiKarimun

TERDEPAN TV

Pos terkait