“Jalan Terjal” Amsakar Achmad di Pilkada Batam

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad

Siapa yang tak tahu nama Amsakar Achmad di Kota Batam ini. Sebagai orang nomer dua di Batam, ia memiliki kans kuat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Wali Kota saat ini, Muhammad Rudi, yang sudah dua kali menjabat sebagai Wali Kota Batam.

Majunya Amsakar Achmad di pemilihan Wali Kota Batam bahkan sudah diprediksi masyarakat umum sejak ia kembali terpilih sebagai Wakil Wali Kota Batam bersama Muhammad Rudi untuk periode kedua, 2020 silam.

Bacaan Lainnya

Prediksi itu kemudian diperkuat dengan beredarnya kabar bahwa DPP Partai Nasdem memberikan rekomendasi kepada Amsakar Achmad untuk maju di Pilkada Batam tahun 2024 ini.

Meski demikian, rekomendasi DPP Nasdem justru diyakini sebagai pemicu renggangnya hubungan kedua pemimpin Kota Batam, yaitu Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad.

Bukan tanpa sebab. Muhammad Rudi yang sudah dua periode menjabat Wali Kota Batam bersiap untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah) Pilkada Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sementara, istri Muhammad Rudi, Marlin Agustina yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur juga dipersiapkan untuk “menggantikan” kepemimpinan Muhammad Rudi di Kota Batam.

Namun nampaknya rencana itu tidak direstui oleh DPP Nasdem sehingga rekomendasi calon Wali Kota Batam dari Partai besutan Surya Paloh justru diberikan pada Amsakar Achmad.

Silang pendapat ini membuat langkah Amsakar Ahmad untuk maju sebagai calon Wali Kota Batam di Pilkada 2024 jadi terhambat. Amsakar sebagai Ketua DPD Nasdem Kota Batam mulai menapaki “jalan terjal” untuk pencalonannya karena harus berhadapan dengan “keinginan” ketua DPW Nasdem Kepri, yaitu Muhammad Rudi.

Munculnya Nama Jefridin

Tak hanya nama Marlin Agustina yang dimunculkan untuk pencalonan Wali Kota Batam 2024. Nama sekretaris daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, juga ramai dibicarakan akan mengikuti kontestasi Pilkada Batam.

Sekitar dua tahun belakangan, baliho Jefridin mulai terpampang di billboard-billboard pinggir jalan. Ia juga mulai rajin turun ke berbagai pertemuan masyarakat.

Selain silang pendapat dengan Muhammad Rudi serta harus bersaing dengan orang-orang dekatnya sendiri seperti Marlin Agustina dan Jefridin, jalan terjal Amsakar juga tercermin dari memanasnya hubungan kedua pimpinan Batam tersebut.

Pada pertengahan 2023 lalu, sebuah video rekaman “curhat” Amsakar viral karena ia tak tahu lagi agenda-agenda di Pemerintahan Kota (Pemko) Batam. Amsakar juga mengaku tak lagi memiliki protokoler.

Amsakar menampik video tersebut sebagai pembelaan atas situasinya. Ia menyebut bahwa itu adalah bagian dari respon pertanyaan publik terkait kehadirannya di acara-acara resmi Pemko Batam.

Marlin Agustina Di Atas Angin

Partai Nasdem Batam dan Kepri sepertinya tidak mencapai kesepakatan terkait wakil yang akan diusung pada pencalonan Wali Kota. Amsakar yang saat ini mengantongi rekomendasi DPP Partai Nasdem untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwako) tetap kukuh untuk maju.

Hal ini tentu menyulitkan Marlin Agustina untuk mendapat restu dari DPP Partai Nasdem di Pilwako Batam.

Walhasil, Marlin Agustina pun dikabarkan merapat ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Kedekatan Marlin ke Partai Gerindra makin blak-blakan saat deklarasi dukungan pada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran di pemilihan presiden (Pilpres) kemarin.

Dengan merapatnya Marlin ke Gerindra, benturan di internal partai Nasdem pada Pilwako Batam akan sulit dihindari. Hampir tidak mungkin Muhammad Rudi atau suami Marlin Agustina yang juga menjabat Wali Kota Batam sekaligus ketua DPW Nasdem Kepri mendukung Amsakar di Pilwako Batam.

Itu mengindikasikan dukungan partai Nasdem Batam pada pencalonan Amsakar terbelah dan tidak akan all out atau maksimal. Dalam kondisi terbelah, Amsakar dituntut lebih ekstra dalam menjaga elektabilitas demi menjaga kepercayaan DPP Nasdem untuk mengusungnya di Pilkada Batam.

Pasalnya, bukan tidak mungkin DPP Nasdem beralih dukungan jika melihat gerakan Muhammad Rudi dan Marlin Agustina yang lebih potensial untuk diusung.

Sepak terjang Marlin Agustina sebagai Wakil Gubernur Kepri dinilai terlalu fokus di Kota Batam. Kegiatan itupun tentu makin mendongkrak popularitas dirinya. Terbukti dari banyak survey yang menyebut data elektabilitas Marlin mampu mengungguli Amsakar dibeberapa Kecamatan.

Pengaruh kuat Muhammad Rudi yang masih aktif sebagai Wali Kota Batam membuat nama Wagub Kepri makin di atas angin sebagai bakal calon Wali Kota Batam.

Muhammad Rudi punya pengalaman 15 tahun memimpin Kota Batam. Satu periode Wakil Wali Kota Batam mendampingi Ahmad Dahlan periode 2010-2015 dan dua kali menjabat Wali Kota Batam periode 2015-2020 dan 2020-2024.

Pengalaman dan kemampuan dalam meracik juga meramu rencana strategi politik itu tentu tak bisa dianggap enteng. Nyatanya belum ada tokoh partai politik besar lain di Batam maupun Kepri yang mampu mengalahkan Rudi. Hingga saat ini basis pendukung Muhammad Rudi di Kota Batam masih terlalu besar untuk dilawan Amsakar Achmad sendirian.

Dalam pertarungan Pilwako Batam, Amsakar perlu menggalang dukungan massa yang lebih besar dari pendukung Muhammad Rudi dan Marlin Agustina. Sementara penjajakan koalisi partai besar, konsolidasi organisasi dan komunitas masyarakat yang dijalankan Muhammad Rudi bersama Marlin Agustina nyaris mufakat.

Sisa harapan Amsakar sebenarnya ada pada hasil pemilihan legislatif (Pileg) Kota Batam yang hampir memastikan partai Nasdem untuk menguasai DPRD Kota Batam dengan perolehan 9 kursi. Jumlah perolehan ini mengungguli partai pemenang Pileg 2019 lalu yaitu PDI Perjuangan. Namun catatannya, kader Partai Nasdem Batam wajib solid dan all out mendukung ketua DPD nya.

Penjajakan dan komunikasi politik dengan partai-partai besar lain juga masih terbuka untuk Amsakar. Seperti partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS, dan PKB yang sampai sekarang belum mengusung kader untuk bertarung di Pilkada Kita Batam. Itulah “jalan terjal” Amsakar Achmad di Pilkada Batam 2024 mendatang.

 

 

 

Sholihul Abidin (Dosen Ilmu Komunikasi UPB).

TERDEPAN TV

Pos terkait