Pengukuran Kualitas Udara PT Saipem di Kampung Ambat Jaya Karimun Kembali Ditolak Warga

Warga dengan PT Saipem meninjau lokasi yang bermasalah terkait debu dari PT Saipem

 TERDEPAN.CO.ID,KARIMUN- PT.Saipem Indonesia Karimun Yard kembali melakukan pengukuran kualitas udara di Kampung Ambat Jaya Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, selasa  (23/04/2024).

Berbeda dengan biasanya, lokasi pengukuran tidak lagi dilakukan di lapangan voli di tengah kampung namun dipindah lebih dekat dengan lokasi aktifitas Sanblasting PT.Saipem Indonesia Karimun Yard.

Bacaan Lainnya

Namun begitu aktifitas tersebut kembali mendapat penolakan warga yang berada dilingkungan tersebut karena diduga hanya akal-akalan belaka.

Pasalnya berdasarkan pengamatan warga, saat pengukuran dilakukan, aktifitas sanblasting yang biasanya aktif beroperasi itu selalu tidak berjalan seperti biasanya sehingga hasil pengukuran dianggap tidak sesuai dengan keadaan seperti kondisi saat sanblasting berlangsung dan banyak debu.

Hal tersebut diungkap muslim yang selalu melakukan pengamatan dan peduli terhadap kesehatan lingkungan dan masyarakat di Kampung Ambat Jaya Desa Pangke Barat.

“Pengukuran kualitas udara yang dilakukan PT.Saipem menurut saya hanya akal-akalan saja dan hanya bertujuan untuk memenuhi syarat jalannya aktifitas perusahaan, tapi bukan untuk memastikan kualitas udara itu baik” ujar muslim kesal

“Hampir tiap malam kami melakukan pemantauan mulai jam delapan hingga jam empat pagi untuk melihat kondisi udara, hasilnya debu luar biasa tebal dan membuat orang yang dalam keadaan sadar terganggu pernafasannya. Bagaimana dengan orang yang tidur’ tambah muslim

Muslim memberikan waktu sampai tanggal 1 mei kepada pihak PT.Saipem untuk memberikan nama dan nomor kontak pengaduan agar ketika debu sangat tebal ada yang bisa dihubungi untuk menyampaikan informasinya dan bisa menghentikan aktifitas Sanblasting yang menimbulkan debuntebal

Senada dengan muslim, salah seorang pemuda bernama indra yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengaku jengkel dengan apa yang terjadi.

Indra menilai PT.Saipem semakin kurang ajar dan tak peduli dengan keluhan masyarakat dan kesehatan lingkungan.

“Saipem semakin kesini semakin kurang ajar! Pada saat debu aktifitas Sanblasting tebal kita minta matikan tak lagi dihiraukan. Bahkan salah seorang security yang kita minta sampaikan ke pimpinan agar merespon permintaan masyarakat mengatakan sudah tidak lagi di izinkan untuk menyampaikan permintaan tersebut” ungkap Indra.

Dirinya juga terlihat emosi saat menyampaikan pendapatnya kepada pihak perusahaan di lokasi pengukuran.

“Kedepan saat debu tebal kami minta dimatikan tak juga di matikan pintu gerbang akan kami gembok agar kalian tak seenaknya” ucap indra geram.

Sementara Humas PT.Saipem Indonesia Karimun Yard Sisilia tak banyak bicara karena masih baru bergabung di PT.Saipem, namun begitu dirinya akan menampung aspirasi yang disampaikan masyarakat untuk dibicarakan bersama management perusahaan.

Sedangkan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup  yang turut hadir dalam kegiatan itu tampak diam seribu bahasa seolah tak mampu berbuat apa-apa meski sebenarnya persoalan dampak lingkungan merupakan tanggungjawabnya.

Tampak hadir dalam kegiatan pengukuran tersebut, kamto kepala security PT.saipem serta beberapa anggotanya, beberapa anggota dari Polsek Meral, anggota TNI, beberapa orang pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, ketua RT dan beberapa warga setempat. (Fajar)

 

Editor : IKA
#PTSaipemKarimun
#KualitasUdara

TERDEPAN TV

Pos terkait