Pelantikan Pengurus LAM di Kabupaten Karimun Diduga Sarat Kepentingan Politik

Pelantikan pengurus LAM diwarnai dengan aksi dukungan salah satu bakal calon yang akan maju pada Pilkada tahun 2024 ini

TERDEPAN.CO.ID, KARIMUN – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun melantik lima datuk kawasan yaitu wilayah Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara,  Ungar dan Belat serta melantik 170 pengurus Kecamatan beberapa waktu lalu.

Lima Datuk kawasan beserta 170 pengurus LAM Kecamatan itu dilantik Datuk Setia Amanah dan Datuk Wira Setia Utama di Balai Pemuda Kecamatan Kundur, Minggu (2.06.2023)

Bacaan Lainnya

Namun sangat disayangkan acara pelantikan tersebut dinodai oleh pembacaan deklarasi yang dilakukan sekelompok orang yang diduga untuk mendukung Muhammad Firmansyah untuk menjadi bakal calon (Balon) Bupati Karimun di Pilkada tahun 2024 mendatang.

Acara pelantikan pemangku adat yang menggunakan dana APBD alias uang daerah itu sejatinya harus bersih kepentingan politik siapapun. Apalagi LAM merupakan sebuah lembaga adat yang tidak boleh terlibat politik praktis apapun.

Namun sangat disayangkan kegiatan yang menggunakan dana APBD tersebut dimanfaatkan sekelompok oknum untuk kepentingan politiknya.

Ironisnya Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Sekda Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah dengan pakaian lengkap adat melayu (LAM) hadir dan menyatakan deklarasi tersebut.

Deklarasi tersebut disinyalir sudah direncanakan jauh sebelum hari pelaksanaan berlangsung dikarenakan adanya undangan resmi yang diketahui disampaikan kepada sebagian orang.

Itu terlihat dari adanya undangan yang beredar dan ditujukan kepada orang tertentu yang hadir dalam acara pelantikan tersebut.

Namun begitu pada umumnya undangan yang hadir hanya mengetahui bahwa kegiatan tersebut adalah dalam rangka pelantikan Datuk Kawasan Lembaga Adat Melayu (LAM).

Salah seorang tamu undangan yang juga pengurus LAM yang tidak ingin namanya disebut, melalui sambungan telepon mengaku terkejut dengan adanya kegiatan deklarasi di sela acara pelantikan LAM itu.

Dirinya merasa terkejut dikarenakan tidak adanya informasi mengenai acara lain selain pengukuhan pengurus LAM

“Sangke awak cuma acara pengukuhan, separoh jalan lansong die orang deklarasi, Astaghfirullah hal adzim, macam tak sedaap hati awak” ungkapnya merasa tak nyaman dengan dialeg bahasa Melayu.

“Kite sebagai LAM hadir bukan ngejar kesitu, kite sebagai LAM untuk mengikuti pengukuhan aje. Kalau macam gitu akhirnya orang berasumsi kite sebagai orang LAM tidak punye pendirian,”lanjutnya.

Pengurus LAM menyayangkan dan terkejut bisa terjadi kegiatan seperti itu, padahal kehadiran mereka hanya bertujuan menghadiri kegiatan pengukuhan saja

“Otomatis terkejutlah, kite kan sebagai LAM hadir disitu sebagai undangan acara pengukuhan itu, tau-tau diadakan acara seperti itu. Kite kan tau LAM kan sebagai pengayom masyarakat untuk lebih netral, tapi kegiatan itu disejalankan seperti itu jadi kite ngikuti aje tapi kite maaf cakap tidak memfatwa de kite hanya menyaksikan aje sebagai saksi,”tambah lagi mengakhiri perbincangan. (fajar)

 

Editor : IKA
#LAM
#BupatiKarimun
#AunurRafiq

 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait