Buruh Tolak Tapera di Depan Kantor Walikota Batam Berlarian Diterpa Hujan

Para Pendemo berlarian menghindari hujan lebat saat melakukan orasinya di depan kantor Pemko Batam

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Ratusan pendemo yang tergabung dalam PUK SPEE  FSPMI  PT Pegaunihan Technplogy Batam berlarian menghindari hujan yang lebat secara tiba-tiba saat melakukan orasinya di depan kantor Pemko Batam pada Rabu, (12/06/24).

Buruh dalam demonya menolak implementasi program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang saat ini sedang di gaungkan oleh pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

Menurut para pendemo rencana pemerintah dinilai sangat meresahkan dan membebani para pekerja. Namun demo kali ini para pendemo tidak bisa menemui secara langsung Walikota Batam, Rudi yang dinilai memiliki kepentingan memberikan kebjiakan seperti yang diharapkan buruh untuk menyampaikan ke pemerintah pusat.

Para pendemo mengaku kecewa saat melakukan orasinya hanya dijumpai oleh Kadisnaker selaku perpanjangan dari Walikota Batam Rudi.

Beta Korlab Koordinator demo buruh menyampaikan, apabila pemerintah Kota Batam tidak bisa memberikan tanggapan tuntutan yang diinginkan para buruh akan melakukan demo kembali dengan jumlah yang lebih besar yakni 5000 peserta hingga 30 ribu orang yang akan turun langsung menyuarakan aksinya.

“Kami akan turun lagi dengan jumlah yang lebih besar yakni 5 ribu hingga 30 ribu orang,”terangnya.

Ia berharap dengan adanya demo ini para pemangku kebijakan kembali menelaah tuntutan buruh untuk dipertimbangkan kembali.

Buruh melakukan 5 tuntutannya yakni menolak PP Tapera , menolak Kris BPJS Kesehatan, mencabut Omnibuslaw, UU No 6 Cipta Kerja serta menghhapus outsourcing, Menolak Upah Murah ( Hostum), menolak kenaikan harga BBM dan menolak tarif dasar listrik.

Demo berlangsung aman, sambil menunggu hujan reda mereka berteduh d kantor DPRD Kota Batam.

#Demo
#Tapera
#DPRDBatam
#PemkoBatam

TERDEPAN TV

Pos terkait