Vanuatu Diguncang Gempa Bumi Dahsyat Berkekuatan 7,4 Skala Richter dengan Kerusakan Parah

TERDEPAN.CO.ID,INTERNASIONAL- Guncangan besar akibat adanya gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter telah mengguncang dekat Port Vila, Vanuatu, menurut Survei Geologi Amerika Serikat yang terjadi pada Selasa di lokasi 37 km (22,9 mil) dari ibu kota pada kedalaman 10 km (6,2 mil).

Dalam laporan berikutnya menyampaikan bahwa kedalaman gempa mencapai 43 km (26,7 mil), yang diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 5,5 skala Richter di dekat lokasi yang sama.

Bacaan Lainnya

Melalui tayangan vidio yang diunggah di media massa memperlihatkan getaran gempa tersebut memporakporandakan isi rumah serta membuat orang dan hewan peliaraan didalamnya panik berlarian.

Rekaman yang diunggah di media sosial juga menunjukkan jendela-jendela yang tertekuk dan pilar-pilar beton yang runtuh di sebuah gedung yang menampung kedutaan-kedutaan asing di Port Vila, termasuk kedutaan-kedutaan AS, Prancis, Selandia Baru, dan Inggris, kantor berita Reuters melaporkan.

Dalam laporan yang dilansir Al-Jazeera tidak menunjukan  ada laporan awal mengenai korban luka atau kematian.

Kedutaan Besar AS di Port Moresby, Papua Nugini, mengatakan Kedutaan Besar AS di Port Vila telah “mengalami kerusakan yang cukup parah” dan akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Pikiran kami bersama semua orang yang terkena dampak gempa bumi ini dan pemerintah AS akan bekerja sama erat dengan mitra kami di Vanuatu,” kata kedutaan dalam sebuah pernyataan.

Salah seorang seorang jurnalis McGarry yang tinggal di Vanuatu, mengatakan gempa itu adalah yang terbesar yang pernah disaksikannya dalam 20 tahun.

Dalam unggahan di media sosial, McGarry menggambarkan gempa itu sebagai “peristiwa korban massal”, dan mengonfirmasi kematian satu orang di Rumah Sakit Pusat Vila, yang telah mendirikan pusat triase di luar bangsal gawat darurat.

Situs web pemerintah Vanuatu tidak dapat diakses setelah gempa terjadi dan nomor telepon polisi dan lembaga publik lainnya tidak dapat dihubungi. Saluran media sosial untuk badan geohazard negara itu dan kantor perdana menteri belum diperbarui.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Honolulu mengatakan telah mengamati gelombang setelah gempa tetapi kemudian mencabut ancaman tsunami untuk pulau-pulau tetangga, termasuk Fiji, Kepulauan Kermadec, Kiribati, Kaledonia Baru, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Tuvalu dan Wallis dan Futuna.

Biro Meteorologi Australia mengatakan tidak ada ancaman tsunami di negara tersebut. Pihak berwenang di Selandia Baru juga mengatakan tidak ada bahaya tsunami.

Seorang juru bicara Palang Merah Australia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lembaga tersebut siap untuk menanggapi jika diminta.

“Tim Palang Merah yang terlatih dan berpengalaman berada di lapangan dan siap membantu masyarakat yang terkena dampak dengan barang-barang bantuan yang telah diposisikan sebelumnya,” kata juru bicara tersebut.

“Palang Merah Australia akan terus memantau situasi dengan saksama.”(*)

 

Sumber:Al-Jazeera
Editor : IKA
#GempaVanuatu

TERDEPAN TV

Pos terkait