TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Badan Pengusahaan BP Batam akan terus mengoptimalkan pendapatan pengelolaan disektor jasa Pelabuhan dan Bandara sebagai pendapatan baru mengingat jasa sewa lahan yang ada di kota Batam hanya tersisa 100 hektar lebih saja. Hal ini disampaikan Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra dihadapan puluhan wartawan saat bersantai di Kopi Boemi di Batam Centre, Selasa (07/10/25).
Amsakar dalam keterangannya mengatakan, agar lahan yang ada di Kota Batam bisa dimanfaatkan secara efisien.
“Lahan harus di manfaatkan secara efisien. Kedepannya, kecenderungan dari pola masyarakat dari horizontal menjadi vertical,”terang Amsakar.
Menurutnya, sector manufaktur tetap menjadi andalan Kota Batam.
“Untuk Shipyard tetaplah masih memiliki cosplay berdasarkan data centre dan ini betul-betul menjadi andalan kita, “jelasnya lagi.
Tak hanya itu Walikota Batam sekaligus Kepala Daerah Pemko Batam ini juga menegaskan bahwa pada sektor IBTKridible Energi Baru masih menjadi peluang baru untuk kota Batam dan sektor Pariwisata.
“IBTkridible energy baru masih menjadi peluang baru untuk kota batam dan sektor pariwisata memiliki peluang yang sangat luar biasa, karena 2024 kita sudah mengevaluasi kunjungan wisman yang masuk ke Kota Batam yang cukup signifikan,”papar Amsakar.
Kunjungan mancanegara masuk ke Batam sampai 1,3 juta orang dan untuk wisman domestik masuk ke Kota Batam mencapai 3 juta orang di 2024 dan wisatawan yang ada di Batam baik domestik maupun mancanegara tercatat 4,6 ribu orang,”jelas Amsakar kembali.
Amsakar dalam penjelasnannya juga menyampaikan, pendapatan dan penghasilan yang diperoleh melalui APBD sektor Pariwisata dan Restauran masih menjadi sektor pendapatan unggulan.
“Kalau kita lihat di struktur pendapatan di Kota Batam ada 5 sektor yakni PPJ (Pajak Penerangan Jalan), BPHTB (Biaya Pemulihan Lahan dan Bangunan), PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) , Pajak Hotel serta Pajak Restaurant. Untuk pajak hotel dan restaurant ini menandakan karena kita mendapatkan pajak hotelnya, kita mendapatkan pajak restaurannya ynag signifikan dalam membentuk struktur APBD. Na! oleh karena itu sektor pariwisata masih menjadi unggulan,”seru Amsakar.
Kepala BP Batam Amsakar juga menegaskan di tahun 2025 ini pertumbuhan ekonomi perkembangan investasi tidak berjalan paralel dengan tingkat pengangguran yang tertinggi di Kepulauan Riau yang menjadi PR yang harus diselesaikan.
“Ironi, tatkala laju pertumbuhan ekonomi meningkat dalam perkembangan investasi tidak berjalan paralel dengan tingkat pengangguran dimana trend 2025 angka pertumbuhan ekonomi diangka 6 ,69 persen plus minus disemester 1. DPT kita 7,0 sekian cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya, tapi tingkat pengguran kita paling tinggi di kepulauan Riau.
Dan Kepulauan Riau nomor 2 terbesar dari tiga besar yang memang harus kami selesaikan.
Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra juga menegaskan bahwa pendapatan sektor bandara dan pelabuhan masih menjadi konsen untuk menyumbang PNBP.
“Bandara dan pelabuhan dari kami dilantik adalah konsen kami karena inipun salah satu yang menyumbang PNBP.
“Kita punya PNBP cuman 2 Triliun sekian, mangkanya potensi di Batam itu sangat besar dan ini perlu di gali lagi. Dimana selain yang bisa menghasilkan PNBP lahan. Karena lahan lama-lama kan habis, sudah dibagai-bagi sebelumnya. Jadi bandara dan pelabuhan ini perlu dibenahi. Kalau Pelabuhan itu sebentar lagi akan beres, selama ini pelabuhan kita ada saham walaupun sedikit dan nantinya akan kita ambil balik.
Bandara akan kami kaji, karena kontraktornya itu, kontrak dengan Luar Negeri dan tak boleh suka-suka kita ambil dan boleh kita kaji terlebih dahulu, “tutup Li.
RED #BPBatam #AmsakarAchmad #LiClaudiaChandra







