TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Pemandangan hamparan tanah merah dan mobil truk-truk pengangkut terparkir di lokasi yang dulunya rimbun tanaman mangrove, kini habis di babat oleh oknum pengusaha yang tidak mengindahkan akan kelestarian alam dan merugikan nelayan lokal.
Hal ini terlihat dengan jelas di lokasi dimana nampak bekas aktivitas penimbunan laut dan perusakan hutan bakau di kawasan Dapur 12, Sagulung yang begitu masiv, Rabu (17/12/25).
Menurut sumber dilapangan setidaknya ada 7 hektar kawasan hutan mangrove di babat habis, padahal keberadaan tanaman Mangrove sendiri untuk melindungi pesisir dari erosi, abrasi, dan tsunami serta menjadi habitat serta sumber makan bagi biota laut.
Tak hanya itu Mangrove juga berperan dalam mencegah intrusi air laut dan menstabilkan garis pantai.
Masyarakat disekitar menduga, lahan tersebut akan dijadikan kaveling ilegal. Meski dilapangan saat ini tidak nampak aktifitas namun keberadaan alat truk dilokasi menunjukan adanya aktifitas sebelumnya yang begitu jelas adanya kerusakan yang tak dapat dibiarkan begitu saja.

Nampak bukit di potong, gundukan bebatuan serta tanah yang diratakan kearah laut yang diatasnya ada tanaman mangrove yang ditimbun untuk memperluas area daratan serta hutan bakau yang di babat secara brutal tanpa mengindahkan dampak yang ditimbulkan.
Warga meminta Ditreskrimsus Polda Kepri dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam hal ini Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) yang juga memiliki wewenang penyidikan dan penindakan terhadap kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berperan dalam pengelolaan ekosistem pesisir, termasuk mangrove segera turun ke lokasi melakukan tindakan hukum kepada pengusaha nakal yang telah menghancurkan hutan Mangrove tersebut.
“Kami meminta Ditreskrimsus Polda Kepri serta KKP dan instansi yang lainnya segera bertindak agar kerusakan ini tidak meluas dan merugikan masyarakat serta nelayan lokal.
Diketahui keberadaan lokasi pengrusakan hutan Mangrove tepat berada di pinggir jalan yang sering dilalui oleh para pekerja perusahaan baik karyawan maupun investor asing.
Informasi dilapangan yang bertanggungjawab ikut menimbun laut diduga bernama Sagala. Namun hingga berita ini diunggah Tim TERDEPAN belum bisa mengkonfirmasinya.
RED #HutanMangrove #DitreskrimsusPoldaKepri #KKP #KLHK







