TERDEPAN.O.ID,BATAM– Pabrik Blok Bata Ringan milik PT Karya Celkon Parama yang berada di Kawasan Industri Sekupang dinilai kurang memenuhi persyaratan standar keamanan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar serta para pekerja yang ada di dalamnya.
Apalagi pabrik bata tersebut menggunakan bahan baku yang tergolong masih rawan dan rentan terhadap dampak kesehatan masyarakat yang menghirupnya.
Pabrik Blok Bata ini di produksi dibawah lisensi H*H Industre A/5 Denmark dengan bahan dinding berkualitas tinggi dan ekonomis, tahan api serta peredam suara.
Pegawai Pabrik Blok Batam PT Karya Celkon Parama, Imam Rustadi mengatakan, bahan dinding ini dibuat menggunakan bahan pasir silika, semen dan kapur. Sedangkan cerobong asap (chimney) itu tingginya 10 meter sesuai dengan standar yang sudah di tentukan dari Kementrian.
“Iya bahan baku pembuatan Bata Blok ini terbuat dari pasir silika, semen dan kapur. Dan untuk cerobong asap itu sudah sesuai dengan ijin dari kementrian. White Chimney itu tingginya 10 meter,”jelasnya.
Saya juga tak mau apabila membahayakan anggota saya. Perusahaan ini sudah berlangsung dari tahun 1980,”ulasnya.
Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Dr. Didi Kusmarjadi Sp.OG dikantornya mengatakan, bahwa asap yang dihasilkan dari pembakaran bahan beton apabila terkena langsung oleh manusia akan berdampak berbahaya bagi kesehatan.
“Yang pertama jika bahan betonnya terdiri dari pasir dan semen itu yang jelas pembakarannya menghasilkan karbon monogsida asap pembakaran pada umumnya,”jelas dr Didi.
“Dan agak berbahaya, apabila dari bahan pasir dan semennya itu adanya residu bahan silica itu kalau masuk ke paru-paru. Sama kayak Gunung Merapi meletus itu ada material yang kayak tajam- tajam dan bisa mengiritasi gangguan pernafasan. Dan bisa merusak jaringan pernafasan,”terangnya kembali.
Tak hanya itu, dr Didi juga menjelaskan bahaya asap pembakaran blok beton apabila sering terhirup manusia akan timbun dampak yang berkelanjutan hingga terhambatnya pernafasan paru-paru secara permanen.
“Dan bisa menimbulkan jaringan ikat di paru-paru secara permanen, malah akhirnya sulit berkembang. Dan apabila bahan beton itu mengandung material lain seperti adanya komponen plastiik dan komponen cat akan lebih berbahaya lagi. Dan bisa mengakibatkan kanker dalam jangka panjangnya dan jangka pendeknya bisa menyebabkan iritasi,”paparnya.
Menurut dr Didi dampak serius apabila bahanya murni beton akibatnya menyebabkan iritasi pernafasan.
“Kalau ijinnya bener harusnya jauh dari pemukiman dan menggunakan safety seperti masker bagi karyawannya maupun orang di sekitar dan untuk ketinggian cerobong harusnya lebih dari 10 meter.
“Dan tinggi cerobong asapnya harusnya ada standarnya dan itu bisa puluhan meter lebih,”tuturnya.
Dr Didi juga menegaskan akan melakukan pengecekan ke lokasi apabila adanya laporan masyarakat terkait hal tersebut untuk memastikan dampak yang diakibatkan asap cerobong pembakaran beton blok yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat dengan menggandeng DLH dan instansi terkait sekaligus untuk memastikan ijin serta standar perusahaan tersebut.
“Walau itu sudah lama berproduksi tapi perlu dilakukan peninjauan ulang apakah standar reproduksinya masih memenuhi syarat yang berlaku.
Kita bisa saja turun jika ada laporan masyarakat maupun dari berita wartawan juga bisa dianggap laporan masyarakat dan kita akan menggandeng DLH serta instansi terkait.
Pantauan dilapangan cerobong asap berwarna putih tersebut nampak begitu pendek dan asapnya menyebar langsung serta bisa terhirup masyarakat disekitarnya. Apalagi dijumpai di lokasi untuk standar keamanannya tidak di jalankan seperti tidak memakai masker.
Diketahui jika melihat tinggi asap cerobong pembakaran untuk menghindari polusi serta dampak kesehatan Cerobong asap harusnya dibangun 2 hingga 2,5 kali lebih tinggi dari bangunan tertinggi di sekitarnya untuk menghindari turbulensi dan memastikan asap terbuang jauh dari lingkungan sekitar.
Dan Tinggi Minimum Industri (Umum): Cerobong asap industri bata umumnya dibangun setinggi minimal 17 meter hingga 30 meter untuk memastikan dispersi polutan yang aman dan menciptakan draft (aliran udara) alami yang cukup.
Tanur Tetap (Fixed Chimney Bull’s Trench Kiln – FCBTK): Menggunakan cerobong dengan tinggi sekitar 20 hingga 38 meter.
RED #PTKaryaCelkonParama #DinkesBatam #DLH







