Ribuan Warga Pulau Kasu Mendemo kantor LIRA KEPRI Terkait Pernyataan Yusril Koto adanya Dugaan “Proyek Siluman”

Ratusan Warga Pulau Kasu Kecamatan Belakang Padang Demo di depan Kantor LSM Lira Kepri

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Aksi unjuk rasa yang melibatkan ratusan warga Pulau  Kasu Kecamatan Belakang Padang sempat memanas. Lemparan batu kearah kantor DPW LIRA Kepulauan Riau di kawasan Ruko Batam Centre, Senin (15/6) sempat mewarnai pemandangan dalam aksi tersebut.

Massa yang terus merangsek dan berkumpul datang untuk menyampaikan keberatan atas pernyataan Gubernur LIRA Kepri, Yusril Koto, yang menyebut adanya dugaan “proyek siluman” dalam pembangunan batu miring di Pulau Kasu.

Para pendemo merasa kecewa setelah pernyataan yang beredar melalui media sosial dinilai telah menyudutkan warga pulau dan mencoreng nama baik masyarakat hinterland Kota Batam.

Massa menilai penggunaan istilah “proyek siluman” telah menimbulkan stigma negatif terhadap warga Pulau Kasu.

Beberapa point tuntutan dilontarkan dan meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan pelanggaran hukum yang berkaitan dengan pernyataan Yusril Koto agar segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial maupun media massa.

“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kami juga meminta Yusril Koto meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Pulau Kasu dan Kota Batam,” tegas salah seorang orator di hadapan peserta aksi.

Selain itu massa juga mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA mencopot Yusril Koto dari jabatannya sebagai Gubernur LIRA Kepri. Menurut mereka, pernyataan yang disampaikan telah menimbulkan kegaduhan, keresahan, serta memicu konflik di tengah masyarakat.

Aksi tersebut mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan berakhir tertib.

Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus dalam himbauannya menyampaikan agar masyarakat yang merasa di rugikan  untuk menempuh jalur hukum dan menjaga ketertiban.

“Kami menghargai aspirasi masyarakat. Jika merasa dirugikan, silakan menempuh jalur hukum. Yang terpenting situasi Batam tetap aman dan kondusif,” ujarnya.(*)

#LSMLIRA
#YusrilKoto


 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait