Petugas Kaget dan Heran Undangan Kecamatan Nongsa ke Warga Buana Duta Bandara hanya Dihadiri Puluhan Orang

Tim Investigasi dari Kecamatan saat bertatap muka dengan warga Buana Duta Bandara Batu Besar Nongsa

TERDEPAN.CO.ID,BATAM-  Setelah terbentuknya Tim Investigasi Tuntutan Penonaktifan Ketua RT 004 RW 022 oleh warga Buana Duta Bandara (BDB) pada Selasa Malam, (30/06/26), Petugas Kecamatan yang di hadiri oleh Sekcam, Kabid Pemerintahan Kecamatan dan dari Kelurahan Batu Besar merasa terheran-heran dan terkejut ketika warga yang hadir hanya terhitung puluhan orang saja, sehingga kursi yang di sediakan nampak kosong.

Ketidak hadiran warga yang berjumlah hampir 250 KK ini menjadi pemandangan yang sangat janggal dan aneh karena kedatangan Tim Investigasi Kecamatan ke komplek BDB tidak mendapatkan sambutan yang semestinya dan antusias dari warga itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Ketua RT 004 RW 022 Hartanto Wibowo dalam Chathing WhatShab groub RT sempat menghapus undangan Kelurahan kepada warga untuk hadir di Fasum dalam merespon surat warga untuk menonaktifkan Ketua RT yang dinilai telah melanggar etika dan amanah warga serta diduga telah melakukan penyelewengan anggaran uang sampah kepada petugas DLH Batam Kota Batam selama 11 bulan dia menjabat.

Alasan Ketua RT Bowo menyampaikan karena akan dibicarakan dengan perangkatnya waktu dan tempat. Padahal dengan jelas tertulis secara resmi bahwa undangan tersebut di tulis secara gamblang waktu dan tempat yang telah di tentukan dan berstempel Kelurahan Batu Besar yang di tandatangani oleh Lurah Batu Besar Fikri  Ainullah.

BACA JUGA:

https://www.terdepan.co.id/2026/06/29/beredar-surat-ancam-cabut-sk-benarkah-lurah-batu-besar-berani-memecat-ketua-rt-yang-diduga-korup-uang-sampah/

Alasan warga tidak mau menghadiri undangan Kelurahan dan Kecamatan menurut warga selain tujuan surat yang tidak jelas juga bentuk tidak percayanya terhadap Pemerintah Daerah dalam hal ini Kelurahan yang kurang mengindahkan keluhan warganya yang tidak mendapatkan solusi terkait Ketua RT 004/ RW 022 yang di duga telah menciderai kepercayaan masyarakat dengan tindakan yang arogansi, tidak jujur serta telah melakukan penyelewengan jabatan dengan dugaan penyelewengan anggaran uang sampah tanpa sepengetahuan warga, serta pengambilan keputusan masuknya jaringan internet tanpa persetujuan masyarakat keseluruhan.

“Kami sudah tak percaya dengan Kelurahan. Sudah berapa lama kita mengadu tidak di tanggapi bahkan terlampau berlarut-larut sehingga mejadi asumsi yang liar dan Bowo sebagai RT semakin menjadi dalam mengambil keputusan tanpa melibatkan masyarakat BDB.

Buat apa kumpul-kumpul terus malas kami,”jelas warga yang tidak hadir kepada TERDEPAN.

Sedangkan warga yang hadir menyampaikan mereka datang ke Fasum karena ingin mengetahui secara pasti tindakan apa yang diambil Tim Kecamatan menghadirkan warga dan Ketua RT nya.

“Pingin tau aja tindak lanjut pembahasan yang akan dimbil bapak bapak dari Kecamatan dan Kelurahan dalam penyelesaian Ketua RT Bowo. Sebenarnya kami sudah tak yakin ada solusi, “jelas warga mengaku bosan.

Dalam pertemuan tersebut pihak Kecamatan menghimpun semua masukan warga dan mendengarkan klarifikasi Ketua RT terhadap tuduhan dan permintaan warga untuk menonaktifkan dirinya. Dimana dari hasil tersebut akan di jadikan catatan kepada Bu Camat untuk dilakukan tindakan berikutnya.

 

RED
#PERWAKOBATAMRT/RW
#PemkoBatam
#Kecamatan
#KelurahanBatuBesar
#BuanaDutaBandara

TERDEPAN TV

Pos terkait