Operasi Gempur, Toko di Sagulung Jadi Target BC Batam

Petugas Penindakan dan Penyidikan BC P2 BC Batam mengamankan barang-barang yang ada di Toko Warna Merah di Sagulung yang di anggap melanggar UU Kepabeanan pada operasi gempur

BATAM,TERDEPAN.CO.ID- Kepala Bidang BKLI KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Raden Evy Suhartyanto, mengakui dalam Operasi Gempur berdasarkan Surat Perintah Nomor PRIN-37/BC/2018 telah melakukan penegahan terhadap beredarnya barang kena cukai (BKC), pada sebuah toko yang berada di kawasan pasar Mandalay arah Dapur 12 Kecamatan Sagulung Batam, sabtu (14/04/18).

Operasi tersebut bertujuan sebagai upaya menurunkan tingkat peredaran barang kena cukai hasil tembakau Illegal dan sebagai langkah untuk meningkatkan kepatuhan pengusaha barang kena cukai.

Bacaan Lainnya

Ia menerangkan, toko warna merah yang berada di kawasan pasar Mandalay Kecamatan Sagulung merupakan target petugas Penindakan dan Penyidikan P2 Bea dan Cukai Batam yang sebelumnya di curigai menjual dan mengedarkan barang kena cukai (BKC) seperti miras, alkhohol dan rokok tanpa label khusus kawasan bebas.

“ Barang yang beredar atas (BKC) barang kena cukai , miras , alkhohol serta rokok tanpa adanya label khusus kawasan bebas terhadap salah satuToko yang ada di Sagulung adalah sasaran yang di lakukan oprerasi cukai melalui sandi “ Opearsi Gempur”,terangnya.

Dirinya juga membantah, anggotanya di lapangan telah melakukan upaya damai dengan pemilik toko tersebut ( red. 86).

Keseriusan dalam operasi gempur ini di tunjukan dengan melakukan penyitaan terhadap barang yang telah di anggap melanggar UU Kepabeanan.

“ Kami telah melakukan penyitaan terhadap barang tersebut, dan tidak benar kalau ada petugas yang melakukan 86 di lapangan, untuk jumlah total barang yang kami sita, minggu depan kami akan liput semua nanti, “ jelasnya.

okok-ftz-tanpa-cukai-yang-bebas-beredar-di-luar batam

Dalam operasi gempur ini BC Batam, dalam seminggu akan melakukan operasi sebanyak dua kali.

Adapun hal hal yang bisa menyalahi aturan diantaranya, yaitu, salah personil saksi, salah peruntukan dan penggunaan pita cukai bekas atau menjual barang yang tidak ada label khusus kawasan bebas.

Sedang untuk peredaran rokok pita cukai di lakukan pembatasan untuk menghindari di konsumsi anak-anak di bawah usia.

“ Untuk rokok pita cukai ini kan, peredarannya harus di batasi, karena kalau tidak di batasi anak kecil pada ngrokok semua, “pungkasnya. IKA

 

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait