
TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Mika salah satu warga yang tinggal di Botania Garden Resah terhadap ulah oknum yang mengatasnamakan pegawai PLN yang memintanya untuk membayar stand meter listrik sebesar Rp. 25.000 yang datang kerumahnya pada, Rabu (10/10/18).
Mika sebelumnya curiga dengan kedatangan oknum yang mengaku sebagai pegawai PLN kerumahnya saat menyodorkan alat stand meter listrik dengan alasan wajib memiliki dan membayar untuk pengecekan listrik yang akan dilakukan oleh pegawai PLN nantinya.
Menurutnya, sebagai ibu rumah tangga uang sebesar Rp. 25.000 cukup berarti, ditambah tarif pembayaran listrik yang dinilainya sudah cukup tinggi ditengah sulitnya ekonomi yang dirasakannya.
Ia berharap dengan kejadian ini, Bright PLN bisa memberikan himbauan kepada masyarakat dan melakukan tindakan tegas kepada oknum yang mengatasnamakan PLN untuk mengambil keuntungan kepada warga .
“ Saya berharap PLN bisa mengerti keadaan masyarakat, dan tolong jangan bebani kami dengan biaya-biaya seperti ini, apabila ini himbauan dari PLN, “tutur Mika.
Hal yang sama juga dialami Bunda saat oknum pegawai PLN datang kerumahnya, menawari stand meter dengan harga Rp. 25.000 dengan alasan program PLN yang harus diikuti oleh pelanggan.
“Saya disuruh bayar namun belum sempat, karena Saya tidak percaya dan tau kalau oknum tersebut berbohong, Saya ijin masuk rumah ambil uang dan kamera untuk alat bukti, ternyata oknum tersebut langsung pergi ketetangga sebelah, “ kata Bunda.
Diketahui oknum yang mengatasnamakan pegawai PLN ini bekerja secara terorganisir atau berkelompok dengan pembagian tugas wilayah untuk menyisir setiap rumah warga yang dilewatinya dengan mengetuk pintu dan menawarkan stand meter yang dibawanya seolah-olah pegawai PLN resmi yang telah ditunjuk. IKA






