
TERDEPAN.CO.ID,BATAM-Diberhentikannya Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menjadi bahan pertanyaan sejumlah masyarakat yang ada di Kota Batam.
Lukita diberhentikan jabatannya diawal Januari 2019 secara terhormat dan digantikan oleh Plt Kepala BP Batam yang baru beberapa hari dilantik yaitu, Edi Putra Irawadi.
Pergantian pucuk pimpinan di lembaga BP Batam ini merupakan buntut dari hasil rapat Dewan Kawasan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Jokowidodo bersama kabinetnya di Jakarta yang mengambil keputusan Kepala BP Batam Ex-Officio ke Walikota Batam.
“Sebenarnya di gantinya pak Lukita Saya tidak setuju, mangkanya Saya pertanyakan, alasan apa digantinya pak Lukita, Kami tidak menyangka kenapa pak Lukita diganti, padahal pak Lukita tidak pernah mendapat sanggahan atau komplain dari masyarakat, pak Lukita menjalankan tugas tidak seperti yang sudah sudah dan alasan apa digantinya pak Lukita, bukan berarti Kita tidak menerima yang baru, tentu Kita hanya menanyakan alasan apakah yang baru ke Batam datang membawa hawa yang baik, atau hawa yang bagaimana, “ tanya JJ Jukriyansyah salah satu seniman Batam ini seolah bertanya heran, Selasa (09/01/19).
JJ meminta kepada Menko Ekuin Darmin Nasution bisa menjelaskan kepada masyarakat, bentuk alasan diberhentikannya Lukita dari jabatannya agar tidak menjadi polemik yang salah penapsiran di masyarakat Batam pada khususnya.
“Perlu dijelaskan oleh yang menunjuk, kalau dulu pak Hartanto digantikan Lukita ada alasan yang mumpuni, lalu bagaimana dengan yang sekarang, “ lanjutnya.
Ia juga tidak menampik kehadiran Kepala BP Batam yang baru bisa membawa perubahan, hingga masa tugas 31 April 2019 nanti sesuai dengan mandat dari pemerintah pusat.
Jukriansyah berharap dengan menunggunya proses regulasi dari pemerintah pusat terhadap perda BP Batam kedepannya, tidak melanggar dan bersinggungan dengan UU atau melangkahi aturan yang sudah ada.
“ Untuk itu mari Kita sama-sama menerima segala keputusan, dari pusat dengan tenang, santai dan bersahaja, apalagi saat ini Kita sedang menghadapi pemilihan kepala Negara dan wakil rakyat, “pungkas JJ menutup perbincangan.
Redaksi
Wawancara Khusus







