
TERDEPAN.CO.ID,TANJUNGPINANG – Anggota Komisi lV DPRD Kepri, Burhanudin Nur menegaskan, persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahun akan terus bergejolak. Senin (17/06/2019).
Menurutnya, untuk di Batam saja. Lulusan SMP yang akan masuk ke jenjang SMA atau SMK di sekolah negeri tidak mampu menampung.
“Sebab kelulusan SMP itu ada sekitar 15 ribuan siswa. Sedangkan daya tampung sekolah negeri baik di SMA maupun di SMK hanya kurang lebih 5 ribu saja. Maka tak heran kalau setiap tahun ada gejolak,” katanya.
Ia mengatakan, kehadiran pemerintah daerah bila dipresentasikan hanya 30 sampai 33 persen saja.
“Artinya pemerintah hanya mampu menampung siswa lulusan SMP masuk ke SMA atau SMK ya segitu,” ujarnya
Komisi lV saat rapat dengan Dinas Pendidikan meminta kepada dinas terkait untuk menghitung ulang, berapa sebenarnya kebutuhan Ruang Kelas Belajar (RKB), serta ditambah kemampuan sekolah swasta untuk menampung.
“kalau tidak ada solusi, dan perencanaan yang matang dari pemerintah, setiap tahun gejolak ini akan terus terjadi,” ucapnya kembali.
Mengatisipasi adanya oknum yang coba coba melalukan pungutan liar (pungli). Komisi lV DPRD pun sudah menggelar rapat ke para Kepala Sekolah.
“Kami sudah ingatkan, agar jangan melakukan hal itu. Jangan sampai kejadian lalu terulang kembali. Khususnya di Batam. Kepada masyatakat juga kita sampaikan, bisa juga melaporkan ke kita bila melihat praktek pungli,” tegasnya.(*)
Editor : IKA







