TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Direktur PT Inaraya Sukses Pratama, Calvin, selain mengakui adanya keteledoran dan kelalaian yang dilakukan karyawannya, khususnya bagian Quality Control (QC) juga mencoba melakukan suap, kepada wartawan dalam menjalankan tugas atas temuan kasus yang berkaitan dengan adanya benda asing, yang berada didalam galon air, berlabel Naraya.
Pertemuan untuk mengkonfirmasi kebenaran temuan foto dan video yang beredar di kalangan masyarakat tersebut, sempat tertunda karena Direktur PT Inaraya Sukses Pratama, Calvin berpamitan, dengan alasan harus menjumpai koleganya yang berada di Bengkong dan dilanjutkan dua hari kedepannya pada, Kamis (26/07/19) dan saat itu tidak sempat membahas pokok permasalahan yang akan dikonfirmasi.
Pada pertemuan kedua yang dilakukan di Kepri Mall, bilangan Batam Centre, Calvin didampingi kuasa hukumnya Riandy Sihura, SH, mencoba untuk berdamai dengan alasan akan memperbaiki kesalahan di dalam managemen perusahaan khususnya QC, agar berita tersebut tidak dinaikan karena akan berakibat pada hal-hal yang tidak diinginkan.
“ Mohon Kita dibantu juga lah Buk, dan menurut hemat Saya, tidak usah dinaikan beritanya, “ terang Calvin sambil mengeluarkan lembaran uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang ditaksir sebesar 2 juta-an dengan nada pelan, yang langsung ditolak oleh Tim TERDEPAN yang berjumlah 3 orang.
Calvin juga mencoba menawarkan kerjasama berupa iklan, yang akan ditayangkan dimedia dengan tujuan agar semua kasus yang berkaitan dengan perusahaan tersebut, di tutup dan tidak ditulis serta ditayangkan.
Dari pertemuan tersebut Tim TERDEPAN mencoba mengkorek informasi dengan berpura-pura, Tim akan bekerjasama iklan dengan harapan pihak perusahaan mau menjelaskan kronologi kasus penemuan benda asing, mulai dari sejenis Kacoak, Besi hingga Tissue untuk mengelap Botol Galon hingga permasalahan tenaga kerja yang ada didalamnya.
Alhasil atas pertemuan dan percakapan yang dilakukan selama 2 jam, antara Tim TERDEPAN dan pihak perusahaan yang langsung dihadiri Dirut PT Inaraya, Calvin dan Pengacaranya, Tim mendapatkan pengakuan bahwa dengan adanya temuan tersebut pihak perusahaan akan melakukan evaluasi.
“Sebelumnya, Saya mohon maaf, kalau ini sudah mengecewakan konsumen dimasyarakat, Saya selaku direktur dan managemen akan melakukan evaluasi kembali, atas kelalaian tersebut agar hal serupa tidak terulang lagi.
Sebelumnya, diketahui Tim TERDEPAN mendapatkan potongan Vidio dan Foto yang memperlihatkan penampakan hewan menjijikan seperti Kacoak mengapung dalam Galon mineral, yang sudah dalam kondisi mati serta Tissue Galon yang mengapung.
Pantauan dilapangan karyawan yang berada di Gudang yang terletak di Tunas Industrial Park I Blok 2G, Batam Centre tanpa plang nama ini, sedang melakukan bongkar muat air mineral Galon keatas truk yang akan diantar kepada pelanggannya.
Redaksi







