
TERDEPAN.CO.ID,HONGKONG– Kantor Xinhua News Agency dirusak para demonstran di Hong Kong yang mereka anggap sebagai simbol Pemerintah China.
Serangan ke kantor media milik Pemerintah China itu berlangsung pada Sabtu (3/11/19). Dilansir dari Reuters memberitakan, pintu kaca dan jendela bagian depan kantor Xinhua News Agency pecah akibat serangan demonstran.
Xinhua menyayangkan adanya serangan demonstran ke kantor mereka. Pemerintah Hong Kong juga mereka minta agar segera memperbaiki keadaan.
“Tindakan dari perusuh hitam sekali lagi telah menunjukkan bahwa menghentikan kekerasan dan mengembalikan ketertiban adalah tugas terpenting (Pemerintah) Hong Kong saat ini,” sebut juru bicara Xinhua dalam keterangan di laman Facebook-nya.
Protes adanya serangan ke kantor Xinhua juga dilakukan sejumlah media lokal setempat. Asosiasi media Hong Kong bahkan mengutuk aksi vandalisme yang menyerang kantor Xinhua.
Akibat aksi vandalisme yang dilakukan demonstran, polisi Hong Kong menangkap sedikitnya 200 orang. Mereka dianggap telah melanggar aturan berkumpul tanpa izin, kepemilikan senjata, memakai topeng, hingga pengrusakan.
Demonstrasi yang beberapa kali berakhir rusuh sudah berlangsung selama lima bulan di Hong Kong. Awalnya unjuk rasa digelar akibat adanya rencana parlemen kota itu menerapkan undang-undang ekstradisi. Aturan ini dianggap bisa disalahgunakan Pemerintah China menangkap lawan politik mereka di Hong Kong.
Setelah UU Ekstradisi dicabut parlemen, warga Hong Kong tetap berdemonstrasi. Kini mereka meminta diberikan kebebasan seperti sebelum dikembalikan ke China oleh Inggris.
Editor : IKA
Sumber : Kumparan
#Xinhua News Agency







