
TERDEPAN.CO.ID,KALBAR – Organisasi kreativitas pemuda yang bernama ‘Sekadau Empuk Cerita’ atau sering disebut SEC di Kabupaten Sekadau yang terbentuk pada tahun 2016 lalu, dikabarkan akan merilis film keduanya pada bulan desember 2019 mendatang.
Sebelumya, pada tahun 2017 lalu SEC dengan kegiatan dan aktivitas Positif, kreatif dan Inovatif para pengurus juga telah merilis film perdananya dengan judul TIGA PERANTAU.
Ditahun 2019, Komunitas SEC akan lounching film keduanya pada bulan Desember mendatang dengan judul MALI’K. Saat diwawancarai terkait film Mali’k Produser dan sekaligus selaku Sekretaris Komunitas SEC Kabupaten Sekadau Vicky Yadiza menjelaskan, dalam project film tahun 2019 ini sudah dilaksanakan pada bulan Agustus kemarin, beberapa hal yang telah disiapkan agar kegiatan berjalan sukses pada hari H nanti.
“Kita sudah mulai tahapan syuting kemudian konsep, naskah dan pemeran sudah disiapkan. Alhamdulillah sudah masuk bulan November ini kita targetkan finalisasi,”ujarnya Selasa (5/11).
Mengenai Pemeran, kata Vicky, di Film Mali’k sebagian besar wajah baru dan sebagiannya pemeran filn tiga perantau. “50 Persen orang baru, 50 persen orang lama. Orang baru kita seleksi melalui penelusuran sesuai dengan karakter dari dalam naskah cerita, dan ada juga figur pembantu yang jumlahnya sekitar 15-an orang,”ungkapnya.
Hingga saat ini, film Mali’k sudah mencapai progres 80 persen, Vicky menargetkan di akhir bulan November ini sudah rampung.
“Karena pada awal Desember sudah menyiapkan kegiatan lounching untuk ditayangkan pada pertengahan Desember,”harapnya.
Vicky menjelaskan, bahwa makna dan arti dari Film Mali’k ini adalah suatu kejadian yang kerap dilakukan oleh masyarakat setempat sudah dari turun temurun oleh nenek moyangnya yang bernuansa mistis dan unsur kebudayaan yang hampir punah dilakukan masyarakat.
“Film ini menceritakan tentang larangan orang zaman dahulu berupa teguran secara halus, dan ini kita angkat batas dasa nilai-nilai kebudayaan hingga modern ini terlihat mulai punah,”kata dia.
Dikatakan dia, dari sekelompol orang yang notabene mencari makna dari istilah mali’k. “Jadi sebenarnya film ini adalah cerita dalam cerita, lalu diperankan oleh pemeran yang telah ditentukan oleh kita yang cocok untuk melakoni, “paparnya.
Ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat syuting Film Mali’k di antaranya Dusun Semaong, Kampung Entomas, Komplek Kantor Bupati, objek wisata Lawang Kuari Sekadau, Taman Segitiga, Kampung Longkam, pasar Sekadau dan beberapa dirumah warga.
“Ada beberapa tempat yang kita jadikan lokasi syuting, intinya menunjukan keserasian dan kecocokan dari keseluruhan film mali’k. Film ini bergendrekan Horor, Komedi dan kondisi sosial masyarakat,”kata Vicky.
Menurut Vicky, melihat situasi animo masyarakat dan pemuda Sekadau dari sisi kreativitas sudah mulai meningkat. “Hal itu terlihat dari banyaknya kreator video dan youtubers yang tersebar di media sosial seperti Instagram, Facebook Youtube, Twiter dan Whatsap group. Tentu ini harusnya menjadi potensi pemuda Sekadau yang sudah mampu menunjukan aksinya dunia modern dan digitalisasi,”jelasnya.
Dirinya berharap, kedepan banyak komunitas dan organisasi bisa membuat sebuah karya film dengan gendrenya masing-masing. “Karena dengan adanya kreativitas akan berdampak pada meningkatnya IPM Sekadau dan mampu bersaing dengan daerah lain. Dan juga kita berharap adanya dukungan moril dana materil dari pemerintah dengan kondisi seperti ini, “pungkasnya.
Penulis : Yahya Iskandar







