TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Fakta adanya Gas Elpiji yang langka dilapangan, disejumlah wilayah khususnya di daerah Trembesi Batu Aji dan Sagulung, memantik Wakil Rakyat yang duduk di Komisi II DPRD Kota Batam, Putra Respationo buka suara.
Mengaku prihatin terhadap kelangkaan Gas Elpiji 3 kg, yang berdampak langsung pada masyarakat kecil, akhir-akhir ini, di sejumlah wilayah Batu Aji dan Sagulung, bukan saja membuatnya rishi dan gerah. Namun Ia juga menyoroti atas kinerja Disperindak Pemko Batam, yang tidak sigap dalam mengatasi permasalahan ini dimasyarakat tentang keluhan warga akan Gas Elpiji 3 kg.
Putra bahkan mengaku, informasi dan keluhan kelangkaan Gas sudah sampai ditelinganya, bahkan Dirinya juga mendapati harga yang dijual dilapangan melalui pengecer, cukup tinggi, padahal Gas Elpiji 3 kg ini, bersubsidi dan di peruntukan untuk masyarakat kecil.
Tidak ambil diam, Putra yang kini menjadi wakil rakyat ini akan mempertanyakan, kenapa hal ini bisa terjadi kepada pihak Pertamina dan Disperindak Pemko Batam, akan peran aktifnya pemerintah untuk turun langsung ke masyarakat memantau kelangkaan dan harga Gas Elpiji 3 kg yang mahal, yang tentunya sangat merugikan masyarakat Kota Batam yang dimungkinkan akan berdampak pada perkembangan ekonomi Batam.
“Kami akan pertanyakan kepada Pertamina dan Disperindag, kenapa ini bisa begini, tentu sangat merugikan masyarakat Kota Batam, nanti Kami akan meminta keterangan dalam hal ini, peran aktif Pemerintah Kota Batam, karena ini sudah mengganggu ekonomi masyarakat kota Batam, “tegasnya.
Dipenghujung akhir tahun 2019, menjelang masa Pemilu pemilihan Kepala Daerah dan Walikota Batam, Putra berharap, isu kelangkaan Gas 3 kg ini, tidak dimanfaatkan oleh oknum yang sengaja melakukan penimbunan hingga mengakibatkan kelangkaan Gas Elpiji 3 kg di masyarakat.
Diketahui sebelumnya, Pertamina sendiri juga sudah melakukan razia, turun langsung kelapangan, mulai dari Distributor hingga ke Pangkalan sampai kemasyarakat, yang menggunakan elpiji 3 kg ini. Dan hasilnya, ditemukan penyimpangan yang tidak sewajarnya. Oknum-oknum nakal ini menjual kepada pengecer dengan harga yang membuat tebal kocek pribadi. Sedangkan masyarakat harus membeli dengan harga yang melejit, hingga tembus dengan harga Rp 30.000.
Minimnya peran aktif Disperindak Pemko Batam bukan saja pantas disematkan, karena kelangkaan dan mahalnya Gas 3 kg akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab. Karena banyaknya para pengecer yang menjual dengan bebas dan terang-terangan tidak ditertibkan. Pantauan dan penyelusuran Tim TERDEPAN di Sagulung dan Batu Aji, isu ini sudah berlangsung hampir dua pekan lamanya, dengan harga yang tidak normal karena sudah ditangan pengecer.
“Jangan sampai terjadi yang namanya penimbunan itu, apalagi ada juga penyulingan yang dari Tabung Gas besar. Dan Saya minta Disperindak untuk turun langsung untuk turun melakukan operasi, karena seperti yang Saya sebutkan tadi, memang ini merugikan, peran aktif Disperindag memang sangat minim, untuk itu Saya himbau dan Saya minta kepada Disperindag untuk segera turun dilapangan, melakukan operasi, “tutupnya.
Dari pengakuan Pertamina, usai Sidak di lapangan, oknum Pangkalan Gas Elpiji Gas 3 kg yang nakal, juga telah diberikan sangsi dan teguran.
Guna mengklarifikasi isu kelangkaan Gas 3 kg akibat oknum pangkalan menjual ke pengecer, Tim TERDEPAN sendiri juga sudah berulangkali menghubungi lewat telepon maupun SMS Kepada Kepala Disperindak Kota Batam, Gustian Riau, namun kurang begitu di respon dan diindahkan, seakan tidak mau perduli.
Penulis : IKA
Kameramen : Anton Zagoto
# DPRDBatam # PutraRespationo







