Terealisasi 78,2 Persen BP Batam Optimis Proyek IPAL di Batam Rampung di 2020 Akhir

BP Batam bersama PT Hansol EME gelar Konprens dengan media di Marketing Centre BP Batam

TERDEPAN.CO.ID,BATAM-Batam Indonesia free Trade Zone Authority (BIFZA) BP Batam, optimis Progres pengerjaan proyek Instalasi Pengelolaan air Limbah (IPAL) yang saat ini dikerjakan oleh Hansol EME dari negara Korea Selatan, bakal rampung di Desember 2020 mendatang.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, proyek yang menelan anggaran USD 43 juta dari dana dukungan Pemerintah Korea Selatan melalui pinjaman lunak (soft loan) Economic Development Coorperation Fund (EDCF) ini, dibangun diatas lahan 7 hektar yang beralamat di Bengkong Sadai, dibangun dengan tujuan untuk menjamin ketersediaan air bersih di Kota Batam di masa depan, yang saat ini pengerjaannya sudah terealisasi 78,2 persen yang akan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya

“progres sudah ada 78,2 persen, walaupun masih banyak pengerjaan ulang (recycle) yang harus ditangani dilapangan, namun pengerjaannya walaupun lambat tapi pasti, coba Kita maju terus, sampai target 2020 rampung, kalau tidak ada halangan apa-apa, Kita coba maju untuk menyelesaikannya, “terangnya, Selasa (31/1`2/19).

Menurutnya, proyek IPAL ini adalah proyek besar untuk membangun lingkungan yang lebih sehat, hijau dan tertata yang akan menjadikan Batam sebagai Kota modern.

“Ini adalah proyek besar, proyek lingkungan untuk icon bersama Batam yang lebih hijau, dan tertata, “lanjutnya.

Ia menegaskan selama masa pemeliharaan dan perbaikan pengerjaan IPAL dengan dampak yang ditimbulkan dilingkungan masyarakat, Subcont di bawah PT Hansol dan pengawasan BP Batam akan menggaransi kepada masyarakat, tidak adanya pungutan biaya yang dibebankan kepada masyarakat.

“prinsipnya adalah bahwa semua kerusakan itu akan ditangani, akan diselesaikan, tidak menggunakan anggaran masyarakat, murni keseluruhannya dari pemerintah, jadi jangan khawatir, ada masa pemeliharaan dari Subcont yang langsung diawasi oleh BP Batam dengan membuat devisi penanganan air limbah melalui RT/RW dan perangkat desa serta Kecamatan yang ada, “jabarnya.

Tak hanya itu, BP Batam juga meminta kepada PT Hansol untuk ikut mengawasi para Subcont yang menangani proyek ini agar bekerja lebih baik lagi sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan dan berjalan sesuai progress yang ada.

Iyus menegaskan, PT Hansol sendiri juga sudah memberikan sangsi pemutusan kerjasama kepada 5 Subcont yang membandel.

yang “yang sudah diganti itu ada 5 Subcont, namun secara rill time itu akan dibuat peringatan-peringatan, kepada subcont yang lainnya, “bebernya.

Diketahui pembangunan IPAl ini akan memiliki daya tampung 20.000 meter kubik perhari atau 230 liter per detik dengan memproduksi kompos sebanyak 18 kubik perhari, yang saat ini telah melakukan pemasangan pipa dengan total panjang mencapai 114,3 kilometer sebanyak 11.000 yang disambungkan kerumah tangga dengan panjang sambungan mencapai 500 km.

 

Penulis : Ika

#BPBatam #HansolEME

 

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait