Kepala BP Batam Harus Siap Dikritik jika Tidak Siap Tidak Usah Menjabat

Uba Ingan Sigalingging saat bersama anggota Dewan Pers CH Bangun

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Sebagai pejabat publik, Walikota Batam Ex Officio Kepala BP Batam, Rudi, harus siap menerima kritikan. Hal ini disampaikan anggota DPRD Kepri Uba Ingan Sigalingging, Jumat (06/03/20).

Uba dalam keterangannya menyampaikan, tindakan Walikota Batam Ex Officio Kepala BP Batam, Rudi, yang telah melakukan pelarangan perekaman berupa Vidio saat sosialisasi Perka tentang lahan pada,Rabu (19/02/20), merupakan suatu tindakan yang arogansi yang telah menghalangi sebuah informasi.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, saat DPRD Propinsi melakukan kunjungan ke Dewan Pers di Jakarta dan menanyakan kepada anggota Dewan PERS, CH Bangun, tentang perihal pelarangan rekaman video peliputan oleh Kepala BP Batam pada sebuah acara terbuka untuk publik, kepada salah satu media yang dimaksud diperbolehkan, apabila ada pemberitahuan terlebih dahulu secara resmi, sebelum acara dimulai atau tertulis dalam undangan. Namun apabila tidak ada itu merupakan suatu bentuk upaya menghalangi terhadap informasi publik yang bisa dilaporkan kepada Dewan PERS atau Ombusman, apabila media yang dimaksud merasa dirugikan.

“Saya kira langkah pertama dari media, kalau itu merasa dirugikan, bisa melapor ke Dewan PERS, ada jalurnya juga termasuk Ombusman, Saya pikir bisa menjadi pilihan, “terangnya.

Uba juga menyoroti tindakan Kepala BP Batam, Rudi, yang baru menjabat Ex Officio beberapa bulan ini , dinilai sebagai pejabat publik yang tidak transparan dan terbuka.

“Saya kira begini, karena Kepala BP atau Walikota itu tetap pejabat publik, dan sebagai pejabat publik itu harus terbuka, artinya kalau hal-hal yang sifatnya personal atau pribadi, itu harusnya dipisahkan jangan dicampur-aduk, karena untuk mendapatkan informasi publik itu penting, namun kalau pejabat publik menggunakan parameter atau ukuran like and dislike harus jelas, “tuturnya.

Ia juga menyayangkan sikap Walikota Rudi, yang telah menorehkan preseden buruk dalam hal informasi publik yang terbuka dan transparan.

“Saya kira memang ini menjadi preseden buruk, menurut Saya dalam hal informasi publik. Kalaupun media ini salah dalam hal pemberitaan, ada hak jawabnya dan itu sudah diatur dalam undang-undang PERS serta kode etik mensyaratkan itu. Jadi Saya kira tidak ada yang perlu disembunyikan atau tidak ada yang perlu di takutkan begitu, “papar Uba.

Terkait dengan keterangan humas BP Batam yang memutus kerjasama atau tidak melanjutkan kerjasama dengan media terdepan.co.id yang selama ini terjalin hubungan baik, beberapa tahun lamanya, yang telah mengkritisi Kepala BP Batam lewat pemberitaan secara tiba-tiba, dinilai Uba telah mengekang atau membatasi, serta mengintimidasi sebuah media.

“Secara kode etik yang dilakukan BP Batam itu diartikan bahwa, BP Batam menyuap media kalau itu yang dilakukan, karena apa, sebenarnya kerjasama itu kan dalam proporsi secara positif, harus dilihat ada semacam kemitraan dalam penyampaian informasi publik. Bukan dalam tujuan tadi mengekang atau membatasi atau mungkin mengintimidasi media, Nah itu tidak boleh.

Saya kira itu harus menjadi perhatian BP Batam. Ini artinya sebagai fungsi lembaga publik, bekerjasama dengan media untuk menyampaikan informasi kepentingan publik. Bukan untuk  menyuap media, seolah-olah semua berjalan baik, semua berjalan bagus. Saya kira ndak begitu, “tegas Uba.

Lanjutnya, Publik juga berhak tau, sejauh mana BP Batam dalam menjalankan fungsinya, untuk kepentingan publik.

“Nah kepada BP Batam jangan seolah-olah, BP Batam menjadi Lembaga Pribadi atau perusahaan pribadi, itu tak boleh. Publik berhak mengetahui dan publik juga berhak mengkritik, karena memang itulah fungsinya lembaga publik, kalau posisinya tidak siap untuk dikritik seperti itu, ya! orang-orang yang ada di BP itu, sebaiknya tidak usah menjabat, karena itulah resikonya menjabat sebagai pejabat publik, “pungkasnya.

Diketahui, dalam pidato rekaman yang sempat terekam dalam Ponsel recording, dimenit ke 6:56, Walikota Ex Officio BP Batam, Rudi dengan serta merta tanpa didahului himbauan langsung meminta untuk menghentikan perekaman Vidio dan menyuruh keluar ruangan, apabila rekaman tersebut masih berlanjut.

Dik! Tolong tak usah direkam, kalau tak Kamu keluar saja, nanti rekam ya, nanti rekaman dikirim sepotong-potong tapi jadi fitnah ke Saya,  tapi kalau Kamu tetap mengirim semua  tidaklah masalah,  tapi kalau yang Kamu kirim sepotong saja ribut nanti di Medsos. Orang tidak tau cerita, dianggap benar. Saya ngomong apa adanya, terbuka Saya, Tapi kalau Anda merekam dan mengirim seutuhnya tak ada dibaca juga . Siapa yang mau mendengar setengah jam, Kepala BP Batam . Ya! Tapi kalau mau wawancara Saya, wawancara saya, Saya akan  ngomong apa yang Saya bicarakan ini, “seru Rudi dalam suara rekaman.

Diketahui media terdepan.co.id sendiri telah terverifikasi administrasi Dewan PERS, begitu pula dengan Pimpinan Redaksinya serta Perusahaan yang berbadan hukum dibawah naungan PT.Terdepan Media Sukses.

 

Redaksi

#BPBatam #DewanPers #KomisiIDPRDKepri

 

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait