Walikota Rudi Usir Wartawan, Rosana Akan Menggiring ke Ranah Hukum

  • Whatsapp
Rosano Presiden LSM Berlian

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Rosano pemilik media Berlian.com sekaligus Presiden Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Berlian, akan menggiring ke ranah hukum atas insiden pengusiran Wartawan oleh Walikota Ex Officio Kepala BP Batam, Rudi, saat pidatonya didepan ratusan pengusaha pada acara sosialisasi Perka tentang lahan di Balirung lantai 3 BP Gedung BP Batam, Selasa (10/03/20) di Hotel 01 Batam Centre.

“Media itu tak perlu ditekan-tekan. PERS itu juga tidak boleh dihentikan karyanya, sesuai dengan UU PERS tahun 1999 no 40 pasal 4 ayat 2 sama ayat 3 undang-undang Pers itu sendiri. Jika menghalang-halangi kinerja PERS adalah salah dan itu bisa dituntut penjara 2 tahun dan ini tidak main-main dan dendanya 500 juta. Nah! kalau Kita melihat kejadian kemarin itu, akan Kita laporkan yang berhak dan berwenang jelas kena, Pak wali itu, “terang Rosano.

Bacaan Lainnya

Ia menerangkan, rekaman pidato pengusiran terhadap Wartawan didepan dipublik dan diundang secara resmi oleh BP Batam adalah pelanggaran berat dan suatu penghinaan terhadap PERS atau media yang telah bertugas sesuai dengan uu PERS itu sendiri.

“Sesuai yang Saya dengar dari percakapan Rudi, rekaman yang Saya dengar berulang-ulang tentu bagi Pers ini pelanggran berat. Dalam diundang-undang Pera itu jelas dikatakan, bahwa menghalangi tugas Wartawan adalah pidana dan ada ancamannya selama 2 tahun dan denda bahkan sampai 200 juta,  Nah apa yang Saya lihat terhadap Wartawan ini, adalah merupakan suatu penghinaan pada seluruh kaum Jurnalis atau Awak Media, “serunya.

Rosano juga sangat menyayangkan sikap Walikota Rudi yang juga menjabat rangkap Kepala BP Batam Ex Officio ini, dinilai tidak semestinya diucapkan oleh seorang pejabat publik figur.

“ Nah ini yang Kita wanti-wanti bahwa sebagai Walikota, Beliau tidak boleh ngomong begitu, apalagi disampaikan didepan publik yang ada di gedung BP Batam. Dalam penyampaian sosialisasi tentang Perka Lahan BP Batam ini, masyarakat harus tahu, ndak boleh dong awak media diusir. Saya sebagai pemilik media juga dan juga sebagai LSM di Batam, Saya menolak dan dengan peristiwa ini adalah salah besar, Artinya ini nanti Saya akan mengambil tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku dan jangan mengurusui segala sesuatu tentang media, itu pelanggaran,“lanjutnya.

Menurutnya, insiden pengusiran wartawan ini sepanjang sejarah kepemimpinan Kepala BP Batam, belum pernah ada yang mengusir Wartawan walaupun mendapat kritikan dan sorotan tajam dari insan PERS.

“Saya kira seorang Waklikota, kan! harus mengikuti aturan, apalagi aturan-aturan setiap saat berubah dan belum ada satupun Kepala BP Batam yang mengusir media, baru kali ini saja.  Jadi ini sudah sangat merusak nama BP Batam, “paparnya.

Rosano juga mengkritisi Rudi selaku Pejabat publik yang bersikap seakan memusuhi wartawan sebagai control sosial.

“ Nah Kita melihat, Kepala BP Batam yang terdahulu, tidak pernah melakukan hal yang seperti ini. Justru media ini dirangkul bukan dipukul atau diusir. Ini suatu penghinaan menurut Saya, sebagai pemilik media juga sosiality, Saya tidak terima, ada seorang media diusir begitu saja. Teman-teman media yang ada disitu juga kan! diundang oleh BP Batam, bukan datang main comot begitu. Nah masyarakat Kita sekarang ini perlu informasi yang cepat, apalagi dengan tayangan video yang ditayangan langsung bukan melalui bacaan itu,  masyarakat lebih bisa menerima, “jelasnya.

Dirinya berpendapat, sikap Walikota Rudi mengusir wartawan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan berdampak kepada masyarakat dan investor yang akan datang ke Batam untuk mendapatkan pelayanan informasi yang benar dan cepat dan akurat.

“Wajar kalau media menaikan sepotong-potong, karena itu tidak dilarang dalam media juga, itu kan ada hak jawab undang-undang PERS itu sendiri. Pers yang sudah terverifikasi artinya sudah professional dalam penyajiannya, apapun gambar ataupun video yang dipotong atau disambung nanti akan ditayangkan. Nah! kalau misalkan yang bersangkutan, Rudi, keberatan dengan video tayangan tersebut, punya hak jawab. Janagn main perintah dan melarang, Anda siapa larang –larang, karena media itu bekerja sesuai undang-undang Pers, jelas dan itu tidak boleh., “kritik Rosano.

Rosano berpendapat ketakutan seorang Walikota Rudi terhadap tayangan yang disampaikan oleh media atau PERS dinilai berlebihan dan tidak masuk akal.

“Apa sih yang ditakutkan oleh seorang Walikota Batam. Sebetulnya, kalau Walikota itu bekerja benar apa yang perlu ditakutkan, tak perlulah ditakutkan, “tutur Rosano.

Lanjutnya, dengan jabatan Kepala Ex Officio BP Batam yang saat ini dijabatnya, Rosano menganggap jabatan tersebut tidak sah.

“Kemudian perlu saya tambahkan sedikit, kenapa sejauh ini Saya tak mau berbicara tentang Rudi sebagai Kepala BP Batam, pengangkatan seorang Walikota Batam menjadi Kepala BP Batam ex Officio itu mengacu pada PP 62 tahun 2019 . Beberapa pasal salah satunya adalah dipasal 2A ayat 1itu berbunyi jabatan Kepala bP Batam Ex Officio itu mengacu kepada jabatan Walikota Batam, sesuai dengan peraturan daerah maupun Pemerintah Daerah, minimal masa tugasnya dan masa kerjanya 5 tahun. Minimalnya berlaku surut, sementara Walikota Kita yang sekarang ini cuma 1 tahun lebih, kecuali maksimal 5 tahun itu boleh, dimana yang dikatakan di PP itu maksimal 5 tahun, jadi dibawah 5 tahun Walikota tidak boleh menjalankan Kepala BP Batam. Hingga sampai sekarang Saya tidak mengatakan Kepala BP Batam,  itu risalah hukum Saya. Dia bukan Kepala BP Batam, “jabarnya.

Dipenghujung wawancaranya, Rosano menyarankan para awak media untuk bersatu dan menjaga silaturahmi antar media dan wartawan dilapangan.

“Saran Saya kepada teman-teman media atau pemilik media, Saya minta untuk mulai bersatu, harus bekerjasama dengan teman-teman, jaga silaturahmi, jaga kekuatan teman-teman Pers, karena disuatu saat nanti Pers ini akan dikesampingkan dengan sesuatu yang nampak seperti sekarang terjadi. Untuk itu teman-teman semangat karena hidup ini penuh perjuangan, “pungkas Rosano mengakhiri perbincangan.

Walikota Batam Ex Officio Kepala BP Batam, Rudi, ketika dikonfirmasi melalui kiriman berita dari awal insiden pengusiran Wartawan olehnya, hingga beberapa berita yang tayang tidak ada satupun yang ditanggapinya.

Redaksi

#BPBatam

 

TERDEPAN TV

Pos terkait