Tanggap Darurat COVID-19 DPRD Bekasi Setujui Alokasikan Anggaran Dana

TERDEPAN.CO.ID,BEKASI-Dengan upaya menangani Covid-19 atau virus corona, Pemerintah Kab Bekasi harus sigap segara alokasikan anggaran dana tanggap darurat COVID-19 tersebut.

DPRD Kab bekasi pun mensetujui dan mendorong penuh jika anggaran dana tanggap darurat COVID-19 agar segera melakukan dengan cara menggeser anggaran yang dimiliki dalam APBD TA 2020.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi IV  Samuel Maruli Habeahan menyebutkan, upaya penanganan virus corona saat ini menjadi lebih penting dari upaya pembangunan yang telah direncanakan. Sehingga, Dia mendukung penuh jika Pemerintah Kab Bekasi (Pemkab) memutuskan untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk menangani COVID-19.

“Anggaran yang disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, H. Uju untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp50 miliar, dinilai anggaran tersebut terlalu kecil, karna luas wilayah Kab.Bekasi mempunyai 23 kecamatan , 180 desa dan 7 kelurahan,”ungkapnya samuel Senin (30/03/2020) Cikarang Pusat.

Ia berharap menghadapai kasus ini anggaran dana harus dihitung secara break down dan detail.

“Kebutuhannya berapa? Kita harus gerak cepat , buat Kami sendiri atas nama lembaga (DPRD ) mau Rp200 maupun Rp300 miliar harus diupayakan, untuk menjawab persoalan Corona agar tidak ada lagi di Kabupaten Bekasi ,”jelasnya.

 

Samuel mengaku , masih menunggu pengajuan yang serius dari Pemkab Bekasi kapan saja kami (DPRD ) akan siap akan membantu pihak pemerintah dalam penganggaran tanggap bencana COVID-19 dan berkerja sama dengan pemerintah membantu masyarakat dalam menghadapi dampak virus Corona.

“Perlu langkah cepat dan tepat dari pemerintah daerah dalam menghilangkan wabah virus Corona di Kabupaten Bekasi,”tandasnya.

Diapun menyampaikan, alokasi anggaran itu bisa dimanfaatkan untuk memenuhi semua kebutuhan dalam menangani virus corona, dimana masih banyak kekurangan dari Pemerintah Kab bekasi dalam upaya penanganan penyebaran virus corona, mulai dari upaya penyemprotan disinfektan , APD (alat pelindung diri),masker dll untuk kebutuhan dalam menangani COVID-19.

“Padahal, edukasi penyemprotan dan APD ini penting. Karena cairannya juga nggak sembarangan. Selama ini masyarakat semprotnya juga nggak pakai baju lengkap, malah pakai Jas hujan saja,” terangnya.

Lanjutnya, kondisi ini, Ia minta menjadi perhatian lebih Pemerintah Kab Bekasi jika memang anggaran penanganan virus corona diperbesar, sehingga, penanganan bencana non alam tersebut dapat berlangsung lebih cepat.  Setidaknya dalam waktu tiga sampai empat bulan bisa tertangani.

“Kalau Pak bupati menggeser anggaran insfratruktur atau dana tanggap darurat  untuk penanganan Corona, Kami (DPRD) akan mendukung .Selama itu untuk kemanusiaan,” imbuh Samuel.

Dia juga menyarankan agar penyemprotan disinfektan dilakukan tidak hanya satu kali, melainkan juga dilakukan secara berkala.

“diharapkan ada upaya penyemprotan disinfektan secara massal. Sehingga masyarakat tidak merasan was-was atau khawatir berlebihan”tutupnya .

 

Penulis :Ardi

Editor : IKA

#DPRDBekasi

 

TERDEPAN TV

Pos terkait