TERDEPAN.CO.ID,BEKASI-Alumni Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) Elizabet yang juga menjabat sebagai Staf Dana Usaha, menduga data Positif Covid 19 Kab Bekasi yang telah di sampaikan, ngawur dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya dilapangan.
“Pada tanggal 29 april sampai 30 april 2020, data dari Piko Kabupaten Bekasi terdapat 80 positif covid-19, Urban Cikarang terdapat 79 positif covid-19 dan data Piko Jawa Barat (Jabar) terdapat 39 positif Covid-19 disini ada perbedaan dari data tersebut,”tutur Elizabeth di Cikarang Utara,Kamis (30/04/2020).
Ia mengatakan, data bisa berbeda dengan jangka waktu kurang dari 24 jam. Diri nya merasa pihak Dinas terkait kurang memberikan informasi secara transparan, terkait data tersebut keberbagai pihak.
“Ada sebagian daerah yang sudah diisolasi dengan benar, namun ada juga yang tidak. Nah yang tidak itu menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Jadi Saya harus mempercayai data mana yang akurat?,”ucap Elizabeth .
Masih Elizabeth, Seperti contoh Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara sudah terdapat 1 orang positif Covid-19. Namun sampai hari ini belum ada informasi lebih spesifik daerah yang terpapar Covid-19.
“Harapan Saya semoga pihak-pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini lebih menginformasikan lebih jelas kepada warganya, agar tidak bertambah angka warga yg terinfeksi Covid-19, “lanjutnya.
Disisi lain, saat Sekertaris Dinas Kesahatan Dr Alamsyah dikonfirmasi melalaui pesan whatShap menjelaskan, ketidaksamaan data dimungkinkan adanya Pikobar yang datanya belum dimasukan.
“Mungkin pikobar belum entry data terbaru bekasi”,pungkasnya.
Reporter : Ardi
Editor : IKA
#DinkesLabusel







