TERDEPAN.CO.ID, JAKARTA, – Petugas penggali kubur jenazah korban Covid 19 mengeluhkan tidak diberikan Alat Pelindung Diri (APD) dan logistik bertempatkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon di Cipayung, Jakarta Barat. Luas lahan sekitar 70 hekter. 4-5 hekter diuntuk pemakaman umum dan 7-10 untuk pemakaman jenazah Covid19.Sabtu, (02/05/2020).
Naali penggali kubur menjelaskan dirinya kini harus bekerja ekstra untuk pemakaman korban Covid19.
“Saya dari dulu bekerja sebagai penggali kubur disini, semenjak ada nya wabah Covid19 saya ditugaskan mulai dari tgl 16 maret 2020 sampai sekarang untuk mengkuburkan jenazah Covid19,” Ucap Naali penggali kubur TPU Pondok Ranggon.
Lanjut Naali, “kami mulai melakukan penguburan mulai jam 08.00 am/20.00 pm. Bisa 10-12 jenazah dalam sehari yang kami kuburkan. Rasa was-was selalu kami rasakan. Karena kami disini sangat membutuhkan APD untuk keamanaan saat proses penguburan. Tak hanya itu, disisi lain kami juga sangat membutuhkan logistik,”tuturnya Naali.
Selain itu,Suris selaku Babinsa Kelurahan Pondok Ranggon. Ia menerangkan sejak awal ditugaskan untuk menjaga dan memantau proses penguburan jenazah Covid19 yang bertepat di Pos 3 Pilar TPU Pondok Ranggon.
“Sejak awal ditugaskan, saya dan kawan-kawan yang terdiri dari TNI, POKDAR, POLRI, KAMTIBMAS, beserta Pemerintahan setempat dan Tim Penggali Kubur merasakan was-was. Saya mencoba menyemangati mereka agar tidak down,”ungkapnya suris.
Suris menambahkan, “kita menyemangati dengan berikan yel-yel dan lain sebagainya,”katanya.
“Saya juga prihatin melihat kondisi disini, mereka kurang APD karena saking banyak nya jenazah korban Covid19 yang mereka kuburkan. Saya mencoba bantu share ke instansi, organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan, untuk membantu kami mendonasikan logistik dan berharap jumlah APD yang diberikan dalam jumlah lebih, dikarenakan hanya bisa sekali pakai setelah menguburkan jenazah,”jelas nya.(Tiana)







