Di Batam 15 Rumah Sakit Mampu Menangani ODP

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Sebanyak 15 Rumah Sakit di Kota Batam memiliki kemampuan menangani pasien Orang Dalam Pantauan (ODP). Hal ini disampaiakan oleh kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr.Didi Kusmarjadi, Rabu ( 24/06/20) di kantornya Sekupang Batam.

Ia menjelaskan setiap harinya bersama Tim Gugus Tugas Covid19, Dinas Kesehatan telah melakukan pemeriksaan dan menyisir orang dengan gejala ODP.

Bacaan Lainnya

“Di Kota Batam ini sekarang sudah ada 110 sekian yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid19, Kita kan setiap hari melakukan trasing, Puskesmas bersama Gugus Tugas melakukan pemeriksaan atau mencari orang dengan gejala atau ODP, “teranganya.

Kadinkes Batam, dr Didi Kusmarjadi,SpOg

Menurutnya, saat ini sampai di pertengahan bulan Juni/ 2020 total penyisiran dimasyarakat yang sudah di Rapid Test sudah mencapai 110.000 lebih orang dan hasilnya reaktif sebanyak 400 lebih pasien dan yang dinyatakan sembuh 110 pasien.

“Saat ini orang yang Kita sisir itu sampai pertengahan bulan kemarin antara 15 Juni itu total 110 ribu lebih yang sudah Kita sisir dan kemudian yang sudah Kita Rapid 11.000 lebih dan yang hasilnya reaktif 400 lebih  sedangkan yang sudah sembuh sebanyak 110 pasien dan semuanya sudah di Swab, “lanjutnya.

Lanjutnya, dari ratusan pasien yang reaktif di Kota Batam merupakan pasien dari hasil penyisiran Tim Gugus Tugas Covid19 dilapangan.

“Dan sekarang hasil yang ada positif di Kota Batam itu umumnya hasil penyisiran Kita, “paparnya.

Dr.Didi Kusmarjadi, SpOg dalam keterangan yang sama juga menyampaikan, semua Rumah sakit di Kota Bata mini pada umumnya mampu menangani pasien ODP.

“Semua Rumah Sakit di Kota Batam ini, pada umumnya mampu merawat pasien ODP, kecuali ada empat yang tidak ikut merawat ini adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak Kasih Sayang Ibu, Rumah sakit Griya Medika, Rumah Sakit Umum Haris dan Rumah Sakit Bunda Hajah Halimah yang tidak merawat pasien Covid, selebihnya Rumah Sakit lainnya mampu merawat pasien Covid PDP pada umumnya mampu tapi ada beberapa rumah sakit yang jika ada kasus positif maka akan merujuk ke rumah sakit lainnya seperti rumah sakit Harapan Bunda, Rumah Sakit Bhayangkara kalau, kasusnya terkonfirmasi positif maka akan di rujuk ke Rumah Sakit lain, tapi kalau kasusnya masih PDP mereka mampu merawat, “jabarnya.

Jadi total rumah sakit yang mampu menangani pasien PDP dan ODP itu sekitar 15 rumah sakit kalo yang mempunyai daya tamping yang besar itu ada RS Embung Fatimah dan RSBP Batam dan juga yang mempunyai daya tampung lebih besar lagi itu RS Galang tapi inikan di khususkan untuk pasien dengan gejala gejala ringan saja atau tanpa gejala jadi jika yang menengah maka akan di rawat di rawat di rumah sakit yang ada di Batam, “terusnya.

Dalam penegasannya dr. Didi juga menerangkan, Rumah Sakit yang ada di Galang Batam hanya diperuntukan untuk pasien yang mengalami gejala ringan.

“Jadi yang di rawat di Rumah Sakit Galang itu hanya yang ringan saja, disana alat lengkap, tapi mungkin ada hal-hal pendukung lainnya yang belum bisa di laksanakan, contohnya untuk melakukan analisa darah, disana alatnya ada, tapi Rontegent tidak ada, soalnya ruang ICU kan butuh alat seperti itu, jadi Mereka kalau kasusnya menegah ke atas supaya di rawat di Kita aja dulu, “serunya.

Lanjutnya, kalau prosedur perawatan itu rata-rata sama, kalau pasien itu di rawat di ruangan isolasi yang aksesnya itu sangat terbatas dan tidak semua orang boleh masuk hanya di berikan obat dan di berikan anti virus, yang sesuai dengan standar dari Kementrian, mulai dari yang tinggi protein,’ urainya.

Terangnya, ada beberapa Rumah Sakit yang pasiennya ini boleh keluar dan bisa senam di luar dari RS. Embung Fatimah namun untuk Rumah Sakit lainnya belum semuanya bisa karena keterbatasan akses, hingga pasiennya hanya senam di ruangan aja.

“Itu aja yang di lakukan, tidak ada yang lainnya sih, jadi kalau pasien itu depresi, maka akan memperlambat proses penyembuhan. Kalau dari pihak Rumah Sakit mau menambahkan di luar obat yang ada, misalnya Rumah Sakit mau memberikan Jamu, Madu yaa di persilahkan saja, “jelas dr.Didi.

Dr. didi menjelaskan, tugas dari dinas Kesehatan bersama Tim Gugus Tugas Covid19 adalah untuk mencari yang positif, lalu mengobati tujuannya dengan menghentikan mata-rantai penyebaran.

“Kami hanya menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan saja sehingga tidak muncul kasus-kasus baru, “pesan dr.Didi.

Redaksi

#DinasKesehatanBatam

 

TERDEPAN TV

Pos terkait