Diduga Kesalahan Input Data Jenis Kelamin Pasien RS. Anissa Cikarang, Pasien Kini diduga Positif Corona

TERDEPAN.CO.ID.,BEKASI- Mendapatkan informasi dari narasumber atas pasien Bapak Mina Bin Simin terkait dugaan mal Administrasi yang dilakukan oleh management Rumah Sakit Annisa Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, terhadap Bapak Mina Bin Simin yang terdiagnosa adanya dugaan Positif Corona.

Team investigasi Media Terdepan mencoba segera meluncur ke lokasi. Saat ditemui dilokasi, keluarga besar Bapak Mina Bin Simin memberi keterangan terkait kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

“Betul pak, awalnya Kami membawa Pak Mina ke Rumah Sakit Asri Medika guna memeriksakan penyakitnya, tapi sampai disana Kami di rujuk ke Rumah Sakit Annisa untuk di konsul ke Dokter Ahli penyakit dalam sekaligus untuk USG Abdomen, karena di Rumah Sakit Asri kelengkapannya kurang,” jelas salah seorang anggota keluarga saat diwawancari tim TERDEPAN di rumahnya.

“Sesampai disana tanggal (21/7/2020) Pak Mina sepertinya sudah tidak kuat dan akhirnya Kami meminta kepada pihak Rumah Sakit Annisa untuk Bapak Mina di rawat disana (RS. Annisa), nah waktu tanggal 28 Juli Kami kaget Pak. Kami mendapat informasi dari Puskesmas, Puskesmas pun informasi dari Rumah Sakit Annisa Pak Mina positif Corona, sehingga Kami disini di Test Swab dan di karantina langsung oleh gugus tugas Covid-19,” ungkapnya.

Lanjutnya, ” Tapi saat Kami minta hasil testnya ada kejanggalan, terutama di jenis kelamin, Pak Minakan Laki – Laki, tapi di data surat pemeriksaannya Perempuan, Saya yakin ini ada kesalahan, apa ada Mina yang lain, yang di rawat disana?,” tegasnya.

Saat tim TERDEPAN mengklarifikasi terhadap hal tersebut, Pihak RS. Annisa tidak menyangkal ada kesalahan tulis mengenai data pasien, dan langsung diperbaiki di tanggal 3 Agustus 2020.

Saat ditemui tempat terpisah Yudiyanto SH, Humas IWO Jawa Barat menyayangkan hal tersebut, Kesalahan tulis atau data dari sebuah instansi yang bernama Rumah Sakit itu sangat berbahaya dan sangat fatal.

“Kesalahan tulis atau data dari sebuah instansi yang bernama Rumah Sakit itu sangat berbahaya dan sangat fatal, apalagi kalo benar informasinya dengan mudahnya mengganti atau merevisi hal tersebut, padahal infonya pasien masuk di RS. Annisa itu tanggal 21 Juli revisi baru tanggal 3 Agustus, Itu 14 hari loh kan aneh kalau gak paham itu salah,”terangnya.

Masih lanjutnya,”Nah sekarang dengan enaknya tanpa mengklarifikasi terperinci serta permohonan maaf secara langsung dan juga harus tetap ada tembusan ke instansi dan dinas terkait. Apa lagi ini Covid loh, jangan main main Rumah Sakit,”ungkapnnya.

Sampai saat ini Kaporwil media TERDEPAN Jabodetabek Jawa Barat masih menunggu kabar selanjutnya dari pihak RS. Annisa yang berjanji akan mengabari.

 

Reporter : Ardi Priana

Editor : Bagus Alfianto Rajib

#RS.AnnisaCikarangUtara

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait