Diprotes Keluarga, Gugus Tugas Labusel Lepas Jenasah Suspect Covid Tanpa Prokes

TERDEPAN.CO.ID,LABUSEL– Gugus Tugas Covid19 dan Rumah Sakit Umum Daerah Kotapinang Labusel bersama Kepolisian setempat mengabulkan permintaan keluarga Jenasah, Pasien yang yang sempat dirawat dua hari dan meninggal pada Rabu 7 oktober tepat pukul 14,00 wib, dengan hasil pemeriksaan rapid test dan photocolar dr. specialis paru  bahwa pasien tersebut masih dinyatakan suspect peroble covid.

“Pasien yang bernama Marta Selvira Sihombing umur 54 tahun warga Sungai Daun Kecamatan Torgamba berdasarkan hasil pemeriksaan rapidtest dan photocolar dr specialis Paru dinyatakan bahwa pasien tersebut masih suspect peroble covid19 dan menurut petunjuk dari kemenkes bahwa pasien boleh di bawa pulang tapi harus di bungkus terlebih dahulu, sesuai dengan aturan protocoler covid 19,namun pihak keluarga pasien dan Anggota Pemuda Bersatu memaksa untuk tidak di bungkus dan kami merasa terancam,maka Ketua Pelaksana Gugus tugas mengabulkan permintaan mereka,”terang ketua Pelaksana Gugus Tugas khairil Harahap.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan Anak pasien,Hesti Pratiwi Siringo Ringo,kepada TERDEPAN mengatakan Ibunya sebelumnya sudah sakit menahun, menderita sakit komplikasi strouk Diabetes dan Sesak Napas,dan akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit itu tepat pukul 14,00 wib dan menurut hasil pemeriksa pihak Rumah Sakit ibu saya di nyatakan Reaktif hasil rapittest 20 % dan hasil konsultasi  almarhumma di perbolehkan di bawa pulang asalkan di bungkus sesuai pasien  covid dan kami selaku anaknya tidak mau  dan ibu tidak boleh di bawa pulang kalau tidak di bungkus,”tuturnya.

Waktu yang sama, Kordinator  Pemuda Batak Bersatu,Marojahan Silaban,sangat menyesalkan dengan pernyataan pihak Rumah Sakit Umum Daerah bahwa Almarhumah Marta Selvira Sihombing diponis reaktive Covid19.

“Saya selaku kordinator Pemuda Bersatu Kabupaten Labusel dan seluruh anggota PBB merasa keberatan atas pernyataan pihak Rumah Sakit, pasalnya pihak Rumah Sakit tidak bisa membuktikan,”tuturnya.

Hal senada,yang di utarakan oleh Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu Labusel (PBB),Hendrik Simarmata SH mengatakan, bahwa pihak rumah sakit dan Gugus Tugas Covid19 telah menyatakan bahwa Pasien atas nama Marta Silvera Sihombing terpapar Covid19.

“Buktinya pihak Rumah Sakit dan Gugus Tugas  melarang membawa jenasah Saudara kami pulang ke rumah, padahal pihak rumah sakit dan Gugus Tugas dengan jelas saat rapat konsilidasi mengatakan pasien tidak tertular Covid 19. Herannya mengapa jenasah tersebut di tahan di ruang isolasi sampai 13 jam ,”sebutnya.

Ia sangat heran  atas pelayanaan pihak Rumah Sakit Umum Kota Pinang ini.

“Mengapa jenazah Marta Silvera Sihombing dilarang dibawa pulang, padahal tidak terpapar Covid19 dan dibawa pulang tetapi harus di bungkus, itulah sebabnya pihak keluarga keberatan sebab mereka tidak bisa membuktikan hal itu dan saya mengatakan dengan tegas apa bila sampai besok jenazah tidak bisa kami bawak pulang tanpa dibungkus maka Seluruh pengurus DPD  PBB Prrovinsi Sumatra Utara akan turun dan membawa dalam  jumlah massa yang lebih banyak lagi,”terangnya.

Akhirnya, berdasarkan pantauan terdepan di lokasi, berbagai upaya konsulidasi berulang kali, pihak keluarga dan ketua PBB Labusel dengan pihak Gugus Tugas dan Rumah Sakit yang di fasilitasi pihak kepolisian stempat, akhirnya mereka sepakat jenazah boleh dibawa pulang tanpa protokoler Covid 19 dengan Ambulan.

 

Reporter : Kidi Nasution

Editor : IKA

#RSUDKotaPinangLabusel

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait