RSUD kota Pinang Di nilai Kurang Maxsimal dan Lambat Menangani Pasien Luka bakar.keluarga Pasien Mengamuk

TERDEPAN.CO.ID,LABUSEL- Selpinaria Siahaan,33 tahun warga  Tomu Tua Kelurahan Kota Pinang Kecamatan Kota Pinang Labusel terpaksa dilarikan Suaminya ke RSUD Kota Pinang akibat terbakar tubuh nya pada malam jumat 20 Nopember 2020 ,sekitar pukul 20,30 wib,

Menurut keterangan kakak korban,”Samsinar,adiknya(korban) bersama suami nya,”Sahman Sayuti Siregar,sedang bekerja menjaga karet di titi payung Sumber Kaluang Tomu Tua Kota Pinang. Dengan memakai peralatan sederhana lampu minyak tanah (Lentera), tiba-tiba lampu yang mereka pergunakan meledak dan ledakan tersebut mengenai Selpinaria Siahaan (korban), sehingga korban terbakar.

Bacaan Lainnya

Suami korban sempat melompat terhindar dari ledakan Lampu  Lentara tersebut yang mereka pergunakan untuk penerangan,”sebutnya.

Beruntung, Suami korban, Sahman Sayuti Siregar segera memadamkan api yang menyelimuti istri nya dan seketika itu juga suami korban langsung segera melarikan korban ke RSUD Kota Pinang dari tempat kejadian ke Rumah Sakit Daerah sekitar 3 km,  Rumah Sakit sekitar Pukul 22,00 wib. Korban sampai di Rumah Sakit langsung masuk ruang IGD untuk mendapatkan tindakan medis dan untuk menyelamatan jiwanya.

Disayangkan, Samsinar, kakak Korban sempat berang dan marah berat atas  pelayanan Pihak RSUD Kota Pinang, pasalnya adiknya setalah di rawat di IGD dinyatakan reaktif.

Tenaga Medis RSUD Kota Pinang,Pasien luka bakar tersebut tidak di masukan di ruang rawat inap,rencana mau di masukan di ruang isolasi dengan kondisi tubuh luka bakar,kakak,Korban,terkejut dengar kabar tersebut dari dokter yang menangani,setelah melihat hasil Pemeriksaan rapit test dokter bahwa,pasien reaktif,seluruh keluarga pasien merontal dan tidak terimah,pasal nya luka bakar kok bisa reaktif dengan alasan suhu badan tinggi.

Ironisnya, sejak diruang rawat inap dari sekitar pukul 22,30 sampai pagi hari, adik saya di biarin saja karena Reaktif Rapit test,dan hanya mendapat asupan infus hanya 4 botol selama di ruang perawatan,dan kondisi adik saya sempat hidrasi di RSUD Kota Pinang,”tuturnya.

Kemudian setelah pagi hari, Saya ribut dengan pihak RSUD kota Pinang bersama teman teman LSM,baru adiķ saya di tangani,dan satu malam itu saya meminta dan memohon kepada pihak Rumah sakit luka bakar ñya dahulu di tangani karena adik saya sudah meronta ronta ke sakitan,”tambahnya.

Ke esokan harinya, dr Ahmad Riduwan telah lansung menangani pasien dan pihak  rumah sakit jauh sebelumnya merencanakan, passien segera di rujuk ke RSUD Rantau Perapat, sebab di RSUD kota Pinang peralatan untuk melakukan tindakan oprasi belum memadai untuk tindakan oprasi sebab luka bakar yang di alami pasien 60 %,dan mengenai reaktif keluarga pasien dan tim medis RSUD sepakat untuk menyampingkan hal tersebut dan mendahulukan tindakan luka bakarnya,”terangnya.waktu yang berbeda, Sabtu 21 nopember,Samsinar, kakak korban saat di konfirmasi, TERDEPAN mengatakan, adiknya sekarang sudah di RSUD Rantau Perapat dan sudah menjalani Oprasi.

“Alhamdulila oprasi berjalan lancar dan adik saya sudah tenang tidak meronta ronta kesakitan seperti sebelum nya RSUD yang hanya habis 4 botol Infus selama  1x 24 jam di RSUD Kota Pinang, “tutupnya.

 

Reporter : Kidi Nasution

Editor : IKA

#RSUDLabusel

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait