Kapal Yacht Lepas Tali Tambat Berlayar Ke Laut Lepas Menikmati Perairan Kepri

OPINI

Oleh,

Bacaan Lainnya

Edi Sutrisno

Direktur Eksekutif Batam Tourism And Promotion Board

 

Empat kapal yacht ….pagi tadi menarik tali tambat , beringsut meninggalkan Nongsa Point Marina (NPM)…

Inilah kali pertama rombongan yacht ke luar dari kandang setelah setahun berdiam diri dibekap pandemi…

Sejak Neptune Regatta dihelat akhir hingga awal Februari tahun lalu.. tak satu pun kapal yacht yang terparkir di NPM, berlayar ke laut lepas menikmati perairan Kepri..

Ah, gak tahan juga… Lama mematung dan berhibernasi, komunitas yachters ini berontak: hasilnya dibuktikan pagi tadi… layar dikembangkan, mereka pun “ngebolang” (lagi) dan jadikan Pulau Sikeling (Lingga) titik persinggahan pamungkas, setelah sebelumnya akan arungi laut Batam, gugusan Pulau Abang dan Benan.

“Ya, tiap hari temen2 seperti tak habis2 bincangkan topik; kapan ke luar..kapan berlayar. Hari ini, mereka bikin sejarah. Angkat jangkar dan berlayar,” sebut John, Marina Manager.

NPM, lanjut John,  sebagai entry point yacht arrivals terbesar di Sumatera, setahun belakangan bener2 zonder disinggahi kapal yacht.

“Dari Singapore zero..dari Malaysia nol…pun dari  Australia. Kosong,” serunya.

Karena tak satu pun kapal yacht menambatkan talinya ke marina, praktis ia dan tim hanya menangani kapal2 yg bersandar saja. Itu pun, sebutnya, sebagian di antaranya, satu2 mulai “balik kampung” meninggalkan marina. “Kalau kondisi demikian berlangsung terus menerus, maka bukan tidak mungkin marina tutup,” keluhnya.

Kalau nak bangkit, kata John, gak ada jalan lain, pemerintah harus segera melakukan deregulasi: perbolehkan yacht masuk kembali. “Perketat saja syarat terkait protokol kesehatan. Test antigen, Rapid Test, apa pun gak masalah. Mereka dengan senang hati melakukannya. Point utamanya, yacht diperbolehkan masuk lagi.”

Jamak diketahui, aturan pemerintah yang melarang kapal yacht masuk perairan Indonesia telah memukul para praktisi wisata bahari, terutama para pemilik marina di seluruh Indonesia. Kepri, yang memiliki dua pelabuhan marina, jadi kawasan paling terjejas.

Padahal, selama bertahun2 Kepri adalah penyumbang yacht arrival terbesar di Indonesia bagian Barat. Dari total rata2 yacht arrival di Indonesia yang mencapai 5.000, Kepri  berkontribusi 1.000 yacht tiap tahun.

Dalam satu tahun kalender saja, setidaknya ada 12 event bernuansa yacht di Kepri. Pak menparkraf lama Arief Yahya bahkan telah menabalkan Kepri sebagai  Gerbang Wisata Bahari Indonesia. Sebab faktanya, perairan Kepri dengan bentangan pulau2 ciamiknya  adalah yacht playing ground satu yang terkemuka di nusantara…yang paling diingini para yachters dunia..

Ayo, Mas Sandi, ini satu lagi PR Anda untuk Kepri!

 

#NongsaPointMarina #Menpar

TERDEPAN TV

Pos terkait