Yakin Masih Nolak Di Vaksinasi? Yuk Pahami Dan Pelajari Vaksinasi Covid-19.

  • Whatsapp

OPINI

Saat ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan vaksinasi Covid-19 sudah dilaksanakan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, Singapura, dan bahkan Indonesia. Vaksin yang saat ini untuk Covid-19  seperti buatan Sinovac, Pfizer, Moderna dll. Akan tetapi  vaksin Covid-19 tersebut harus 2 dosis atau 2 kali penyuntikan. Di Indonesia sendiri program vaksinasi COVID-19 telah dilakukan  pertamakali oleh pemerintah, pada Rabu  13 januari 2021 pagi di Istana Negara. Orang yang pertama kali disuntik vaksin buatan Sinovac adalah Presiden Joko Widodo. Pada saat yang sama, sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat turut mengikuti vaksinasi.

Bacaan Lainnya

Vaksin COVID-19 adalah harapan terbaik untuk menekan penularan virus corona. Namun,  saat ini masih banyak yang mungkin masyarakat awam yang masih bingung  manfaat vaksin COVID-19, cara kerjanya, atau mungkin efek samping yang dapat terjadi bahkan ada yang masih menolak keras kegiatan vaksin.  Apa itu vaksin? Vaksin  sendiri adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit – penyakit tertentu. Vaksin COVID-19 bukanlah obat. Akan tetapi ketika sesorang yang kondisi tubuhnya sehat makan vaksin akan bekerja mencegah penyakit tertentu menjangkiti orang tersebut. Vaksin COVID-19 merupakan bentuk pencegahan yang berfungsi mendorong pembentukan kekebalan tubuh spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular atau kemungkinan sakit berat. Nah yuk kita kenapa apasih Vaksin COVID-19 itu

Fakta Mengenai Vaksin COVID-19

Mendapatkan vaksin COVID-19 maka bisa melindungi tubuh dengan menciptakan respons antibodi di tubuh tanpa harus sakit karena virus corona. Vaksin COVID-19 mampu mencegah seseorang terkena virus corona. Atau, apabila kamu tertular COVID-19, vaksin dapat mencegah tubuh dari sakit parah atau potensi hadirnya komplikasi serius. Saat ini pemerintah menerima masukan dari masyarakat tentang biaya vaksin COVID-19 dan memutuskan bahwa vaksin COVID-19 akan diberikan gratis dan tanpa syarat untuk seluruh warga Negara Indonesia .

Vaksin COVID-19 Tidak Membuat Seseorang Terjangkit COVID-19

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan saat ini tidak mengandung virus hidup yang menyebabkan COVID-19. Artinya, vaksin COVID-19 tidak dapat membuat kamu sakit terinfeksi COVID-19.  Ada beberapa jenis vaksin yang sedang dikembangkan. Semuanya mengandung zat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan yang membuat tubuh mengenali dan melawan virus yang menyebabkan virus corona. Terkadang, proses ini menimbulkan gejala seperti demam ringan. Gejala ini normal dan sebagai tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus penyebab COVID-19.

Setelah Mendapatkan Vaksin COVID-19, Apakah Seseorang Dinyatakan Positif COVID-19 pada Tes Virus?

Jawabannya, tidak. Baik vaksin yang diizinkan dan direkomendasikan baru-baru ini maupun vaksin COVID-19 lain yang saat ini masih dalam uji klinis tidak dapat menyebabkan kamu mendapatkan hasil positif pada tes virus, saat melihat apakah seseorang sedang terinfeksi.

Jika tubuh berhasil menciptakan respon imun spesifik terhadap virus corona, ada kemungkinan kamu mendapatkan hasil positif pada beberapa tes antibodi. Tes antibodi menunjukkan kamu pernah mengalami infeksi sebelumnya dan tubuh memiliki tingkat perlindungan tertentu terhadap virus. Hanya saja, para ahli masih memantau bagaimana vaksinasi COVID-19 bisa memengaruhi hasil pengujian antibodi.

Orang yang Sudah Tertular dan Sembuh dari COVID-19 Perlu Divaksinasi

Ini karena risiko kesehatan yang para terkait COVID-19 dan fakta bahwa infeksi ulang COVID-19 sangat mungkin terjadi. Vaksin harus diberikan pada seseorang yang pernah terinfeksi COVID-19. Saat ini, para ahli belum mengetahui sampai kapan seseorang terlindungi dari sakit lagi setelah sembuh dari COVID-19. Kekebalan tubuh yang didapatkan seseorang dari infeksi (kekebalan alami), bervariasi pada setiap orang.

Beberapa bukti awal menunjukkan kekebalan alami mungkin tidak bertahan lama. Namun, hal ini masih dipelajari lebih lanjut. Sementara ini, prioritas vaksin akan difokuskan pada mereka yang belum tertular terlebih dulu.

Vaksin Melindungi Tubuh dari Infeksi COVID-19

Vaksinasi COVID-19 bekerja dengan membentuk sistem kekebalan tubuh tentang bagaimana mengenali dan melawan virus yang menyebabkan COVID-19, dan melindungi tubuh dari infeksi COVID-19.

Vaksin COVID-19 Tidak Akan Mengubah DNA Seseorang

Vaksin COVID-19 tidak mengubah atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apapun. Vaksin RNA Messenger atau vaksin mRNA adalah vaksin COVID-19 pertama yang diizinkan untuk digunakan di Amerika Serikat. Vaksin ini mengandung sebagian protein dalam virus yang memicu respon imun dalam tubuh. Perlu diketahui, mRNA dari vaksin COVID-19 tidak pernah memasuki inti sel, tempat DNA disimpan. Artinya, mRNA tidak bisa mempengaruhi atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apa pun.

Di akhir proses vaksinasi, tubuh belajar bagaimana melindungi diri dari infeksi di kemudian hari. Respon kekebalan dan pembuatan antibodi itulah yang melindungi tubuh dari infeksi jika virus yang sebenarnya masuk ke tubuh.

Itulah yang perlu kamu dan kita  ketahui mengenai Vaksin COVID-19. Maka jangan ragu ikuti kebijakan pemerintah dan ikut serta dalam melakukan vaksinasi untuk melindungin diri kita dan keluraga kita. Tunggu tahapannya dan mari bersiap untuk divaksinasi !!

Vaksin lindungi diri, lindungi negeri.

Penulis : Siska Rafitanuri

Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,

Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang,Kepulauan Riau

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait