TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Pembongkaran pasar induk Jodoh Batam masih terus berjalan hingga saat ini. Hampir keseluruhan gedung tua tersebut roboh dan rata dengan tanah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag ) Kota Batam, akhirnya merealisasikan pembongkaran bangunan bekas Pasar induk Jodoh, pada Kamis (26/08/21) beberapa hari yang lalu.

Derungan mesin alat berat seakan memecah kehinangan merobohkan satu persatu bangunan yang sempat terjadi kericuhan akibat penolakan dari warga pedagang yang pernah berjualan ditempat bangunan tersebut.
Kadisperindag, Gustian Riau saat diwawancarainya menyampaikan, proses perobohan bangunan tersebut sudah dilakukan pengkajian dan negoisasi yang diawasi oleh Tim gabungan TNI dan Polri.
“Kita robohkan bangunan untuk dibangun pasar yang lebih modern dan nyaman,”terangnya,Minggu (29/08/21).
Ia mengatakan, bahwa proses pembongkaran, dapat diselesaikan dalam kurun waktu beberapa hari saja, selanjutkan akan dilakukan penghitungan asset sebelum dilakukan pelelangan.

“Setelahnya kita akan hitung aset dan lakukan pelelangan, bagi kontraktor yang akan membangun kembali pasar ini,”lanjutnya.
Dalam pemaparan sebelumnya, Bangunan baru Pasar Induk Jodoh ini akan dibangun lima lantai dan dapat menampung 1.800 pedagang.
“Pasar Induk nanti bisa menampung lebih dari 1.800 pedagang dan ke lima lantai akan diisi oleh pedagang dengan kekhususan masing-masing,”paparnya.
Menurutnya, untuk lantai dasar merupakan pasar basah, kemudian, lantai dua menjadi lokasi penjualan bahan pokok yang kering, lantai tiga merupakan diperuntukan bagi pedagang pakaian dan lantai empat merupakan pusat elektronik.

Diketahui, sebelum dilakukan pembongkaran sempat terjadi protes dan adanya musibah meninggalnya Friska Ginting karena terkejut dengan kedatangan TIM Gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri.
Reporter : OSE Pebri
Editor : IKA
#PasarIndukJodoh







