TERDEPAT.CO.ID,BATAM- Wisata religi Pulau Penyengat pada saat pandemi Covid19 sepi pungunjung.
Pulau Penyengat yang terkenal memiliki sejarah tatanan kerajaan Riau Lingga dan sebagai cikal bakal sejarah Melayu Indonesia ini tak hanya sepi pengunjung namun juga berdampak pada sepinya pendapatan UMKM yang ada disana.
“Sekarang semenjak pandemi, pengunjung sepi tidak seperti dahalu, “terang pengayuh Becak, (Kamis (02/09/21).
Ketika TERDEPAN berkunjung ke tempat makan Raja Hamida, penjaga makam masyarakatan tempatan, Ades menyampaikan, bahwa Pulau Penyengat merupakan warisan Raja Hamida dari suaminya Raja Hahmud Syah yang saat ini makamnya ada di pulau Lingga.
“Mas Kawin berupa pulau Penyengat diserahkan kepada Raja Hamida oleh suaminya sendiri Raja Mahmud Syah III,”terangnya.
Diketahui Pulau Penyengat merupakan sebuah pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam.
Reporter : Ose Pebri
Editor ; Ika
#Penyengat #RajaHamida







