Batam Inspirasi Masa Depan dalam Tapal Batas Negara

  • Whatsapp
Tim Terdepan berpose dibawah tumpukan rumput laut yang dijemur
Penulis:
Ikawati Ratna Dewi
Pimred 

Banyaknya tempat pariwisata di Batam, yang ramai dikunjungi wisatawan dari Negara Malaysia dan Singapura, membuktikan bahwa kota Batam adalah kota yang menjadi inspirasi pembangunan ekonomi dimasa depan.

Batam yang berdekatan dengan kedua negara tersebut juga diuntungkan dengan letak geografis yang sangat strategis bagi perdagangan dan perputaran ekonomi yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Indonesia. Terutama karena letaknya diperlintasan jalur laut internasional yang tentunya banyak kapal- kapal besar melintas.

Bacaan Lainnya

Jalur Laut

Kapal nelayan mengangkut hasil pertanian dari daerah lain ke Pelabuhan rakyat Pantai Stres

Sebagai daerah kepulauan, Batam juga diuntungkan sebagai jalur laut yang menghubungkan pulau-pulau di sekitarnya, seperti Bintan dan Tanjungpinang. Sedangkan dari jalur Internasional, Pulau Batam merupakan jalur lintas negara. Hal ini terbukti banyaknya kapal-kapal besar yang melintas di perairan lintas batas negara (jalur OPL) yang berseberangan dengan negara Malaysia dan Singapura.

Transportasi laut ini juga sudah menjadi kegiatan keseharian masyarakat hinterland sebagai jalur penyeberangan dan transportasi untuk mengantar anak-anak menuju daratan dalam menimba ilmu.

Tukim, seorang nelayan yang kesehariannya merangkap sebagai tukang Ojek Laut. Setiap hari ia mengantar jemput anak sekolah menggunakan Perahu Pompong dengan biaya Rp 5.000 per orang. Sedangkan bagi masyarakat umum dikenakan tarif sebesar Rp 20.000 untuk sekali antar ke pulau terdekat.

Transportasi laut di Kota Batam bukan juga tidak ada kendala bagi sebagian masyarakat nelayan. Terkadang ada saja gangguan seprti preman air yang mencoba memalak sejumlah uang di tengah perjalanan dengan cara yang tidak benarkan.

Fasilitias Dermaga Pelabuhan

Sebagai kota inspirasi masa depan, Batam juga telah melengkapi diri dengan fasilitas Dermaga Pelabuhan, fasilitas lapangan  penumpukan  dan peralatan bongkar muat  yang dikelola oleh BP Batam dengan sangat profesional.

 

Bongkar Muat Kontainer di Pelabuhan Batu Ampar Batam
No Uraian Panjang (m) Kapasitas (ton/m3) Kedalaman (mLWS)
1 Dermaga / Wharf A 182

3

-5,5 s.d -7
2 Dermaga / Wharf B 210 1,5 -7,5
3 Dermaga / Wharf C1 140 3 -6,8
4 Dermaga / Wharf C2 204 4 8,6
                 Sumber: batamport.bpbatam.go.id

Wisata Bahari

Jembatan Barelang, foto diambil dari tengah laut

Jembatan Barelang adalah sebuah bangunan yang saat ini telah menjadi Ikon Kota Batam. Jembatan Barelang menghubungkan banyak pulau dengan tujuan untuk memajukan dunia perindustrian. Jembatan ini sangat terkenal dan selalu diingat oleh siapapun yang pernah bertandang di Kota Batam, yang menganggap bahwa apabila belum menyinggahi jembatan yang satu ini, seolah belum datang di Kota Batam. Jembatan yang sejatinya bernama asli Jembatan Tengku Fisabilillah ini oleh masyarakat lebih terbiasa disebut sebagai Jembatan Barelang yang dibangun di era BJ Habibie dalam memimpin Otorita Batam.

Jembatan Barelang ini selain sebagai jembatan penghubung Pulau Batam dengan Rempang dan Galang serta beberapa pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Setoko serta Pulau Galang Baru, jembatan ini juga sebagai wisata Bahari yang sangat elok dipandang dari berbagai sudut pandang. Terutama apabila kita melihat dan berswafoto sambil mengarungi lautan menggunakan perahu Pompong (Perahu Rakyat ).

 

Perahu Zong (Perahu Tradisional Masyarakat Melayu)

 

Perahu Jong ini adalah sebuah miniatur perahu layar yang geraknya bergantung dengan arah angin. Perahu mungil yang menggunakan layar ini merupakan perahu permainan tradisional masyarakat pulau terdepan, yang ada di pesisir Kepri, yang keberadaannya hingga kini masih tetap lestari bahkan sering diadakan perlombaan yang pesertanya juga banyak diminati oleh turis mancanegara.

Wisata Mangrove

Hutan Bakau (Mangrov) di Pulau Panjang Batam Kepri

Batam yang didominasi dengan perairan, banyak ditemukan adanya tanaman Bakau atau Mangrove yang berada dipinggir bibir pantai yang fungsinya tidak hanya sebagai wisata bahari yang unik, namun keberadaan hutan Bakau ini juga sebagai penyeimbang dan pelindung ekosistim peralihan dari darat ke laut. Secara ekologis, hutan Bakau merupakan habitat bagi banyak jenis ikan, udang, dan moluska.

Rusaknya Mangrov jadi perhatian Khusus Presiden RI

Presiden Jokowi Kunker ke Batam ikut menanam Bakau di Setoko bersama warga

Namun seiring perkembangan zaman dan pembangunan yang dilakukan secara terus-menerus dan adanya reklamasi, kini keberadaan hutan mangrove mulai memprihatinkan dan mengalami kerusakan yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan adanya kerusakan hutan Mangrove ini juga menjadi perhatian tersendiri oleh Presiden RI Jokowidodo baru-baru ini yang langsung datang ke Batam ikut menanam Bakau bersama masyarakat di daerah Setokok.

Wisata Kuliner

Makanan Laut Gonggong sejenis Siput

Batam diuntungkan dengan letak geografis, yang meliputi 95% adalah lautan dan 5% adalah daratan ini banyak menyuguhkan wisata kuliner dari hasil laut. Ini menjadi ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh kota lain yakni makanan Gonggong sejenis siput yang aman dan dapat dikonsumsi oleh manusia dengan rasa yang lezat.

Selain Gonggong, makanan dari hasil laut seperti Ikan Kerang, Ikan Kruisi dan Kerapu serta jenis ikan lainnya juga sangat melimpah. Bahkan olahan makanan yang sangat terkenal yakni Otak-otak menjadi favorit bagi para wisatawan yang datang di Kota Bandar Madani ini.

Penghasil Rumput Laut

 

Rumput Laut yang sudah kering (Diperagakan model Tim Terdepan.co.id)

Batam selain terkenal dengan alamnya yang indah juga terkenal dengan hasil tanaman rumput lautnya yang melimpah, hingga sanggup mengekspor 53 ton rumput laut kering ke China baru-baru ini, walaupun sedang dilanda pandemi Corona pada Maret 2021 yang lalu. Saat itu pelepasan ekspor senilai Rp 159 juta, disaksikan langung oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo.

Dengan hasil rumput laut yang melimpah ini, juga telah membantu dan mendongkrak penghasilan nelayan pesisir disaat tidak bisa melaut dan daya tangkap ikan yang menurun.

Saipul salah satu nelayan di Pulau Panjang mengaku bersyukur tiap hari bisa panen rumput laut apabila air surut sehingga keberadaan rumput laut yang melimpah sangat membantu pendapatan perekonomian nelayan disaat tidak bisa melaut karena cuaca atau air pasang yang mengakibatkan ikan berkurang.

Pengrajin Perahu Fiber dan Kepompong

 

Perahu Kepompong saat mengangkut Rumput Laut

Sebagai daerah Kepulauan dan perairan, masyarakatnya juga banyak yang berusaha dibidang UMKM seperti pembuatan Perahu berbahan Fiber dan kayu (Perahu Pompong). Jenis usaha ini semenjak adanya pandemi Corona ikut terdampak dan berkurang jumlah order yang biasa diterimanya tiap bulannya , menyusut hingga 70% dibanding sebelum pandemi.

Yanto kepada Tim pada Rabu (29/09/21), saat bertandang di rumahnya menuturkan, bahwa saat ini sangat sepi orderan pembuatan perahu semenjak Corona, yang tadinya mendapat order sabulan dua kali, sekarang menjadi jarang, bahkan sama sekali tidak ada.

Menurutnya, dulunya sebelum pandemi Corona juga pernah dapat orderan dalam jumlah besar dari Dinas Perikanan hingga 40 perahu, namun sekarang di stop semenjak pandemi, sehingga pendapatan berkurang.

Keamanan Laut

KRI dan Kapal Bakamla RI serta Polairud sedang bersandar di Pelabuhan Batu Ampar

Kini, Batam sebagai inspirasi masa depan dalam tapal batas negara, juga perlu mendapat dukungan dari intansi terkait, khususnya dalam hal pengamanan laut. Hal ini juga terbukti adanya kapal-kapal perang maupun kapal patroli seperti KRI 907 Bontang, Bakamla RI serta Kapal milik Polri, yang terparkir serta ada yang hilir mudik berpatroli diperairan Batam Kepulauan Riau, menjaga tapal batas lintas negara dari segala kemungkinan ancaman dan penyelundupan barang-barang illegal yang bisa saja membahayakan ataupun merugikan negara Indonesia, apalagi Batam berhadapan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura.

#Batam 
#Mangrove
#BPBatam
#KRI
#BakamlaRI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait