TERDEPAN.CO.ID,TRENGGALEK – Jelang peralihan musim Satlantas Polres Trenggalek melakukan pemetaan terhadap jalan poros rawan bencana alam tanah longsor, Rabu ( 06/10/21). Jalur paling rawan tanah longsor berada di jalan raya Trenggalek – Ponorogo masih masuk desa Nglinggis kecamatan Tugu.
Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Meita Anisa Saputra mengungkapkan, kondisi geografis di perbatasan Trenggalek dengan Ponorogo didominasi tebing tanah liat jika hujan lebat turun bencana alam tanah longsor sering terjadi.
“Kami sudah melakukan penelusuran pada jalan tiap perbatasan Trenggalek, namun daerah paling rawan tanah longsor di kecamata Tugu sehingga menjadi atensi,” ungkapnya
Meita menjelaskan, meski belum benar-benar masuk musim penghujan namun di Kabupaten Trenggalek sempat terjadi beberapa kali bencana alam tanah longsor yang berakibat jalan penghubung utama baik antar desa maupun kecamatan tertutup total.
“Kita petakan terlebih dahulu spot mana saja yang rawan terjadi bencana alam, utamanya yang menyangkut akses ekonomi masyarakat. Kita persiapkan betul mitigasinya sehingga jika benar-benar terjadi kita sudah siap. Mulai dari sistem evakuasi, pembersihan material dan lain-lain. Kita utamakan keselamatan masyarakat dan tentunya para pengguna jalan,” jelasnya.
Sementara itu, Kanikamsel Satlantas Polres Trenggalek Aiptu Ali Wibowo menuturkan, beberapa titik rawan bencana alam yang wajib diwaspadai oleh para pengendara terlebih saat hujan diantaranya berada di jalur Trenggalek-Ponorogo tepatnya di KM 16-18 serta jalur lintas kecamatan yang berada di wilayah pegunungan.
“Pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya tanah longsor, namun demikian kewaspadaan dan kehati-hatian tetap mutlak dilakukan pengendara saat melintas,” tuturnya.
Hasil dari patroli dan pemetaan ini, lanjut Aiptu Ali akan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk merumuskan langkah antisipatif seperti pemasangan rambu-rambu peringatan, penyiapan alat berat, rekayasaya lalu lintas dan lain-lain.
“Harapannya tentu jangan sampai terjadi bencana alam. Kesiapan ini untuk meminimalkan resiko,” pungkasnya
Reporter Dias Ahmad Farid
#SatlantasPolresTrenggalek # KorlantasPolri







