Kades Karang Asih Bantah Isu Adanya Kekerasan dalam Turnamen Karangasih Cup 2021

Kepala Desa (Kades) Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Samsu Dawam

TERDEPAN.CO.ID,BEKASI – Banyak beredarnya berita mengenai kericuhan saat berlangsungnya pertandingan bola Karang Asih Cup . Kepala Desa (Kades) Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Samsu Dawam menegaskan, tidak ada tindak kekerasan dalam turnamen Karang Asih Cup 2021 yang mempertemukan tim RW 01 A melawan RW 03 A yang digelar di Stadion Mini Cikarang.

Adapun Turnamen tersebut dilaksanakan dari tanggal 10 November 2021 sampai dengan 19 Desember 2021.

Bacaan Lainnya

Pria yang akrab disapa Cacu tersebut mengatakan, pihaknya selaku panitia dan Pemerintahan Desa (Pemdes) bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi antar warga melalui kegiatan olahraga Karang Asih Cup 2021 ini, sehingga rasa persatuan dan kesatuan antar warga masyarakat Desa Karangasih akan semakin kuat.

“Iya mungkin saja ada para suporter yang kecewa dengan kekalahan timnya. Tetapi jangan kekecewaan itu dibuat berlarut-larut, apalagi kalau dibawa anarkis. Kita semua saudara. Satu kampung satu desa. Itulah bagian dari olahraga ada yang menang dan ada yang kalah. Kita semua harus menerimanya dengan sikap sportif,” ungkapnya kepada para awak media.

Cacu yang saat pertandingan berperan sebagai wasit, berharap agar semua kekurangan dalam turnamen kali ini akan dijadikan sarana evaluasi, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dirinya pun mengajak para suporter untuk tidak terbawa emosi yang akan merembet ke para pemain. Suporter hanya memberi semangat kepada para pemain yang sedang bertanding.

“Sebelum bertanding seluruh tim juga sudah membuat pernyataan di atas materai. Bahwa setiap tim yang menerima kekalahan harus bertandatangan. Dan itu sudah menjadi kesepakatan semua tim. Saya juga yakin warga Karangasih ini warganya tidak akan terpancing untuk berbuat hal-hal yang tidak baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya pun mengajak rekan-rekan jurnalis untuk melakukan penelusuran terlebih dahulu sebelum menuliskannya dalam bentuk berita. Dengan meminta keterangan narasumber yang netral sehingga produk berita yang dihasilkan akan lebih objektif dan berimbang. Bisa juga mencari informasi dari aparat yang berada di lokasi.

“Saya berharap ada klarifikasi karena tidak ada kekerasan fisik di dalam pertandingan tersebut. Apalagi sampai ada tindakan mencekik warga. Hal itu menurut saya tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Karena hal tersebut tentunya akan ada pihak yang nama baiknya akan dirugikan. Jadi adanya informasi tersebut (kades mencekik warga) tidak benar sama sekali,” paparnya.

Seperti diketahui, turnamen sepakbola Karangasih Cup 2021 dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November 2021. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 22 tim sepakbola yang berasal dari Pemdes, RW dan lembaga. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan di bulan Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, tetapi kegiatan tersebut urung dilaksanakan karena saat itu masih dalam situasi pandemi COVID 19.

Untuk juara pertama mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, juara ketiga Rp2 juta dan juara harapan sebesar Rp1 juta. Turnamen ini juga hanya diikuti oleh pemain yang berusia diatas 35 tahun, sehingga mereka bisa senang berolahraga lagi di sela-sela aktifitas dan kesibukan warga.

 

Achmad Buchori

#KadeskarangAsem

TERDEPAN TV

Pos terkait