Viral, Walikota Bekasi Kena OTT KPK Dugaan Korupsi 7,1 Milyar Rupiah

  • Whatsapp
KPK OTT Walikota Bekasi Dugaan korupsi 7,1 Milyar Rupiah

TERDEPAN.CO.ID,BEKASI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan atas dugaan korupsi yang dilakukan oleh Walikota Bekasi Rahmat effendi. Dimana KPK menduga Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerima uang sebesar Rp7,1 miliar dalam kasus suap pengadaan dan jasa serta jual beli jabatan.

Ketua KPK Firli Bahuri dalam youtube chanel KPK RI mengatakan, bahwa Rahmat Effendi menerima uang tersebut sebagai imbalan atas pembebasan lahan swasta yang akan digunakan dalam proyek-proyek milik Pemerintah Kota Bekasi tahun 2021.

Bacaan Lainnya

“Sebagai bentuk komitmen, tersangka Rahmat Effendi diduga meminta sejumlah uang kepada pihak yang lahannya diganti rugi oleh Pemkot Bekasi, diantaranya dengan menggunakan sebutan untuk ‘Sumbangan Mesjid’,”jelasnya, Kamis (06/01/22).

Menurutnya, uang tersebut diterima Rahmat Effendi melalui sejumlah orang kepercayaannya. Dengan rincian, sebesar Rp 4 Miliar dari LBM yang diterima JL; dan sebesar Rp3 Miliar dari MS yang diterima WY. Selanjutnya Rahmad effendi juga disebut telah menerima uang suap sebesar Rp100 juta dari SY dengan dalih sumbangan ke rekening masjid milik yayasan keluarganya.

“Disamping itu juga terkait dengan pengurusan proyek dan tenaga kerja kontrak di Pemerintah Kota Bekasi, RE (Rahmat Effendi) diduga menerima sejumlah uang Rp30 juta dari AA melalui MB,” ujar Firli.

Di luar suap proyek, KPK juga menduga Rahmat Effendi menerima sejumlah uang dari pegawai Pemkot Bekasi sebagai bentuk imbalan atas posisi yang mereka duduki saat ini.

Namun demikian, belum diketahui secara pasti total uang suap yang diterima Rahmat Effendi dalam kasus suap jabatan tersebut.

Sebanyak 9 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK. Tersangka selaku pemberi suap ada empat orang antara lain AA, LBM, SY dan MS. Sementara itu, ada lima tersangka selaku penerima suap, yaitu Rahmat Effendi, MB, MY, WY, dan JL.

Tersangka selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau 11 atau Pasal 12 m dan Pasal 12 B UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara untuk para pemberi suap dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

Sumber: Chanel Youtube KPK RI

Editor : IKA

#KPKRI #tangkaptangan #WalikotaBekasi

 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait