TERDEPAN.CO.ID,BINTAN- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tiba di Bintan, pada, Senin 24 Januari 2022 akan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Singapura Lee Hsien Loong untuk membahas kerja sama kedua negara, termasuk membahas persiapan rencana peresmian Travel Bubble untuk Batam, Bintan Singapura (BB-S).
Kedatangan Presiden Jokowi yang dijadwalkan selama dua hari hingga, Selasa 25 Januari 2022 dengan sejumlah agenda kegiatan yakni meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bintan.

Tidak sendiri datang ke Bintan, Presiden Jokowi juga ditemani oleh tujuh menteri bersama rombongan yang dilanjutkan dengan meninjau proses vaksinasi booster dosis III, dan terakhir meninjau salah satu pasar rakyat yang ada di Tanjungpinang yang didampingi secara langsung oleh gubernur Kepri, Ansar Achmad.
“Pertemuan saya dengan PM Singapura, Lee Hsien Loong membahas upaya penguatan kerjasama bilateral diberbagai bidang terutama di bidang ekonomi dan saling tukar pandangan mengenai berbagai isu di kawasan,”terangnya.
Pertama penguatan kerjasama ekonomi terutama Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia. Investasi di Indonesia pada januari sampai September 2021 senilai 7,3 $ Milyar . Pertemuan retrade mencatat adanya investasi baru senilai 9,2 $ Milyar antara lain dibidang energy terbaru di sekitar Batam, Pulau Sumba dan Manggarai Barat NTT serta pembangunan hak logistic di Pelabuhan Tanjung Priok. Investasi dibidang energy terbaru ban terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam rangka memajukan ekonomi hijau dan berkelanjutan, “terusnya.

Ia menegaskan, untuk mendukung investasi hijau dalam rangkaian pertemuan retrade ini telah ditandatangani MoU kerjasama energy.
“Kemudian Mou kerjasama green circule ekonomi development. Selain itu guna terus menjaga finansial guna mendukung pemilihan ekonomi telah ditandatangi pula kerjasama antara lain MoU kerjsama keuangan. Dan pada Nopember 2021 kerjasama development garansi agreement dan bilateral refolance telah di perpanjang satu tahun,”tuturnya.
Saya juga berharap agar MoU anatara Bank Central terkait ad inovasi pembayaran anti pencucian uang dan pencegahan keuangan terorisme dapat segera ditandatangani,
Presiden Jokowi menegaskan, selain guna mendukung pencegahan tenaga kerja manusia yang aman, kedua Negara saat ini sedang memfinalisasi kerjasama pengakuan vaksin, penyelarasan interprobalitas perlindungan yangyang dimiliki kedua Negara.
“Dibidang Politik dan hukum dan keamanan saya menyambut baik tercapainya sejumlah kesepakatan antara kedua Negara, Menteri coordinator Maritim dan investasi Republik Indonesia dan Menteri Koordinasi untuk keamanan Nasional Singapura. Kemudioan perjanjian extradisi. Kemudian perjanjian tentang informasi Marger informasi rate emergency fare dan pernyataan besar menteri pertahanan kedua Negara tentang komitmen memberlakukan perjanjian kerjasama pertahanan. Untuk perjanjian kerjasama extradisi dalam perjanjian yang baru ini masa retrio aktif diperpanjang dari semuala 15 tahun menjadi 18 tahun sesudah sesuai dengan pasal 78 KUHP,”serunya.
Sementara dengan perjanjian tandatangan Fare maka ruang lingkup fare Jakarta akan melingkupi seluruh wilayah territorial Indonesia terutama di perairan Kepulauan Riau dan Kepulauan Natuna. Kedepan diharapkan penegakan kerjasama diharapkan hukum keselamatan penerbangan dan keamanan kedua belah Negara dapat terus diperkuat berdasarkan prinsip saling menguntungkan,”lanjutnya.
Menurut Presiden, kerjasama Pendidikan dan Sumberdaya Manusia (SDM) serta pengembangan kerjasama ini telah menjadi komitmen kedua belah negara sejak beberapa tahun yang lalu.
“Untuk tahun 2022akan dilakukan pelatihan SDM antara Singapura dan Pemerintah Propinsi kepulauan Riau. Kerjasama dibidang ini dapat dikembangkan lebih lanjut diberbagai daerah,”katanya.
Untuk skala lebih besar saya menyambut lebih baik skala penandatangan MoU dimana Mou ini akan memperkuat kerjasama riset dan penguatan kelembagaan dan pertukaran mahasiswa dalam memperkokoh konsep kampus kokoh yang ada di Indonesia,”terangnya.
Dalam pidatonya Jokowi juga membeberkan memiliki kesamaan pandangan dengan dengan antara kedua belah pihak yakni Indonesia dan Singapura.
“Indonesia dan Singapura juga memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya memperkuat persatuan cara kerja antar kelembagaan asean dalam menghadapi berbagai tantangan dimasa depan. Mengenai Mianmar kita juga sangat prihatin melihat perkembangan situasi di Mianmar. Indonesia dan Singapura memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya five point konsetion,”jelasnya.
Konsensus ini merupakan keputusan ASEAN pada tingkat tinggi dan harus dihormati oleh kita semua,”lanjutnya lagi.
Presiden jokowi juga sepakat kesehatan dan kesejahteraan rakyat Mianmar terus menjadi perhatian utama termasuk ketersediaan bahan baku kemanusiaan.
Dilain kesempatan, Gubernur Kepri, Ansar Achmad dalam keterangannya juga menekankan bahwa kedatangan Presiden Jokowi ke Bintan bersama rombongan bisa berjalan lancar dan aman.
Acara pertemuan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan PM Singapura Lee Hsien Loong ini berjalan lancar dan aman.
RTN
Sumber: Chanel Youtube Kepresidenan
Editor : IKA
#PresidenJokowi
#LeeHsienLoong







