Undangan Harla ke 96, Ketua DPRD dan Kajari Diundang tidak Hadir

Acara Hari Lahir Nahdatul Ulama(HARLA)ke 96 tahun masehi 99 Hijriyah.

TERDEPAN.CO.ID LABUSEL- Wakil Ketua PC Nahdalatu Ulama Kabupaten Labuhanbatu Selatan ,Mirwan mengaku sangat kecewa atas ketidak hadiran Ketua DPRD dan Kajari diacara undangan Hari Lahir Nahdatul Ulama(HARLA)ke 96 tahun masehi 99 Hijriyah.

“Saya sangat kecewa sekali terhadap Ketua DPRD dan Kajari, padahal seminggu sebelum acara di laksanakan, kami telah melakukan audensi dan silahturahim dengan tujuan mengundang dan ketemu langsung dengan yang bersangkutan,”tegasnya.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan,ketidakhadiran Ketua DPRD Ediy Parapat dan Kajari  Labuhanbatu Selatan di acara Hari Lahir Nahdatul Ulama(HARLA)ke 96 tahun masehi 99 Hijriyah membuat kekecewaan, padahal momen perayaan tahun ini menuju1(satu) abad NU.

Dirinya menuturkan, sampai acara selesai Ketua DPRD dan Kajaripun juga tidak kunjung datang dan tanpa ada kabar berita penyebab tidak bisa mengahadiri acara undangan tersebut.

“Baiknya, minimal datang utusannya atau ada yang mewakili untuk hadir pastinya kami sudah senang,”imbuhnya.

Menurutnya, acara kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di Gedung SBBK Kota Pinang pada Kamis 3 Februari 2022 sekira pukul 9,30, wib sampai pukul 12,00 wib yang langsung dihadiri Ketua PC Nahdalatul Ulama Kabupaten Labuhan batu Selatan H.Makmur Ismail Harahap,  Wakil Bupati H.Ahmad Fadli Tanjung SAg Kapolres Labuhanbatu di wakili Kapolsekta Kota Pinang, Kompol Bambang G.Hutabarat.SH.MH, Dandim 0209/LB di Wakil Danramil 11 kota Pinang Lettu Chb Syafii,Ketua Alwasliyah Ferri Andhika Dalimunthe S.Kom,Ketua Muhammadiyah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan ormas ormas islam lainya.

Lebih lanjut Mirwan Hasibuan, menilai Ketua DPRD Labuhanbatu Selatan dan KAJARI Labuhanbatu Selatan seolah tidak saling menghormati dan menghargai serta tidak pernah belajar sejarah atau tidak tahu Sejarah bahwa Nahdalatul Ulama(NU) mempunyai andil besar dalam berjuang untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah,”tutupnya.

Reporter Kidi Nasution
Editor : IKA
#DPRDLabusel

TERDEPAN TV

Pos terkait