TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Maraknya peredaran rokok illegal tanpa pita cukai yang semakin merajalela di Kota Batam banyak mendapatkan sorotan dari semua pihak, khususnya pemerhati sosial, Rabu (06/04/22).
Ketua Riau Corruption Ward ( RCW) Mulkansyah, ikut menantang BC Batam untuk giat dan terus melakukan gebrakan dan tindakan tegas terhadap para mavia penyelundup dan pengedar rokok illegal yang telah merugikan Negara bagi pendapatan daerah akan pajak.
“Ya kita tunggu keberaniannya Bea Cukai, Big Bosnya itu yang perlu kita tangkap. Yang selama ini kan ditaraf menengah kebawahnya aja, tukang kurir-kurirnya, atau barang buktinya saja. Dan Bos besarnya sampai sekarang nggak ada ditangkap. Coba! Bea Cukai buktikan. BC coba ditangkap satu saja,”seru Mulkan dengan nada menyentil.

Sebelumnya Operasi Cukai Bea Cukai Batam menemukan dan menyita ribuan batang rokok illegal, Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) tanpa dilekati pita cukai atau menggunakan pita cukai palsu, atau dilekati pita cukai yang sudah kadaluarsa di pasaran dengan penjualan secara bebas di masyarakat dalam periode semester awal di bulan januari hingga april 2022.
Namun tindakan tersebut belum disertai dengan penangkapan siapa Bos dari merek-merek rokok illegal yang bertebaran dikota Batam dan sangat mudah didapatkan di masyarakat.
Dari penelusuran dan investigasi dilapangan, tidaklah sulit untuk mendapatkan rokok illegal berbagai merek tersebut dengan harga yang sangat murah diberbagai toko kelontong maupun toko berbagai kebutuhan barang pokok serta agen di Wilayah Kecamatan Kota Batam.

Bahkan dikalangan pecinta rokok, jenis rokok illegal ini tidaklah asing dan sangat diminati bagi para pekerja kantong tipis karena harganya yang murah dan terjangkau, dibanding rokok berpita cukai yang harganya berkali lipat dan mahal.
Dari penelusuran dan wawancara pedagang kelontong, Esti yang namanya disamarkan dan ikut menjual rokok tanpa pita cukai ini, mengaku, untuk mendapatkan rokok di agen cukup mengutarakan niat membeli untuk dijual kembali.
Terkadang menurut pengakuannya, para Agen akan melayani para pembeli yang dirasa tidak dicurigai sebagai petugas keamanan.
“ya kemarin suami saya mau beli tak dilayan karena dikira polisi, sedangkan saya beli malah dikasih karena badan saya kecil.
Menurutnya, para agen terkadang tidak terang-terangan menjual rokok illegal untuk dipajang di etalase namun ditaruh dalam karung-karung yang diletakan di bawah laci dan tertutup atau didalam gudang.
“Kalau saya beli biasanya diambilkan dari dalam karung yang ditaruh dibawah meja atau terkadang kalau didepan habis diambilkan dalam gudang,”paparnya.
Bahkan agen tersebut akan menyuruh menunggu apabila stok yang ada didalam toko tersebut habis dan akan diambilkan dalam gudang lain yang berbeda tempat yang tujuannya untuk mengelabuhi petugas apabila merazianya.
“Kemarin itu agennya bilangnya takut kalau ada razia apabila barangnya di stok, dan apabila sudah dengar ada informasi mau dirazia mereka stop dan diumpeti barangnya, itu bilang mereka, “terangnya.
Ada yang memberitahu mereka, kapan akan di razia, mangkanya susah Bosnya kalau mau ditangkap, katanya sih informannya itu ya dekat dengan petugas, mangkanya tau kapan ada razia, “lanjutnya.
Esti nama samara juga menegaskan bahwa keuntungan menjual rokok illegal ini lebih banyak dibanding keuntungan menjual rokok yang berpita cukai.
“Rokok tanpa pita cukai ini laris manis, kencang penjualannya dan cepat habis dan secara keuntungan lebih banyak dibanding menjual rokok berpita cukai yang modalnya lebih banyak dibanding rokok illegal,”katanya lagi.
Adapun jenis rokok illegal tanpa pita cukai yang beredar dimasyarakat dalam temuan TERDEPAN yakni, rokok merek REXO, H-mild, Luffman Mild, Manchester,Nice,Double Seven, OFO, Rave, Ray, H&D, in Kretek, dan rokok Ray.
Dari pengamatan dan investigasi dilapangan, susahnya menangkap Bos rokok illegal ini diduga masih banyak oknum-oknum yang bermain dan kongkalingkong serta bekerjasama untuk sama-sama tutup mulut dengan jatah dan salam tempel untuk tutup mulut terkait maraknya rokok illegal agar pundi-pundi berjalan lancar dan razia gagal.
Redaksi #BC #BCBatam #RokokIllegal







